Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BMKG Deteksi Sirkulasi Siklonik Kembar, Mayoritas Wilayah Indonesia Terancam Hujan Ekstrem pada Kamis (21/5)

Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026

Merahputih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Indonesia, potensi hujan ringan, hujan lebat, hujan petir, sirkulasi siklonik, daerah konvergensi, konfluensi, serta kesiapsiagaan bencana alam pada Kamis (21/5). Mayoritas wilayah Indonesia menghadapi potensi guyuran hujan ringan hingga sangat lebat akibat kombinasi dinamika atmosfer.

Baca juga:

BMKG Prediksi Jakarta Berawan Kamis (21/5) Sore, Jaksel Siap-Siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari

Prakirawan BMKG Lintang Alya N memetakan wilayah berpotensi hujan ringan mencakup Sumatra, Jawa, Pontianak, Palangka Raya, Samarinda, dan Tanjung Selor. Lintang Alya N meminta masyarakat mewaspadai lonjakan cuaca ekstrem di beberapa titik penjelajahan atmosfer.

Masyarakat harus mewaspadai potensi hujan petir di Banjarmasin,

ujar Lintang Alya N dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/5)

Ancaman Hujan Lebat di Jawa dan Sumatra

Peta prakiraan cuaca Indonesia bagian timur menunjukkan potensi hujan sedang di Mamuju. Sementara itu, Mataram, Kupang, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya menghadapi potensi hujan ringan. Denpasar, Makassar, Gorontalo, dan Merauke hanya akan mengalami kondisi berawan hingga berawan tebal.

Kombinasi dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat perlu dilakukan di wilayah Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,

kata Lintang Alya N.

Kemunculan Sirkulasi Siklonik Kembar

Analisis BMKG menunjukkan sirkulasi siklonik terbentuk di Samudera Hindia Barat Lampung dan Samudera Pasifik Utara Papua. Sistem ini memicu kemunculan daerah konvergensi serta konfluensi di Samudera Hindia Barat Lampung, perairan utara Papua, dan area sekitar sirkulasi siklonik.

Daerah konvergensi lain terbentuk di pesisir utara Aceh, Selat Malaka, Sumatra Barat hingga perairan barat Bengkulu, serta Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat,

ucap Lintang Alya N.

Fenomena konvergensi ini meluas dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, serta Papua Pegunungan hingga Papua Barat. Selain itu, daerah konfluensi membentang di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia Barat Lampung hingga Selatan Banten. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi.

Baca juga:

Piala Dunia 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem, Pemain Tuntut Perlindungan dari Sengatan Panas

Baca Artikel Asli