MerahPutih.com - Bank Indonesia menyiapkan uang kartal senilai Rp152,14 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2021.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, estimasi kebutuhan uang kartal untuk Idul Fitri 2021 tersebut mengalami kenaikan 39,33 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu dari sebelumnya sebesar Rp109,20 triliun.
Baca Juga:
Ia mengungkapkan, kenaikan proyeksi kebutuhan uang kartal periode Idul Fitri 2021 dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pertama, asumsi makro ekonomi yang semakin membaik seiring perbaikan kondsi ekonomi.
Kedua, lanjut ia, realisasi percepatan bantuan sosial tunai yang dipercepat menjelang Idul Fitri. Kemudian, program vaksinasi yang mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat dan larangan mudik Lebaran yang dikecualikan untuk mudik lokal di wilayah tertentu.
"Tren uang baru Lebaran masih dibutuhkan walaupun animonya tidak sebesar kondisi normal. Melalui perbankan, permintaan terhadap uang baru sudah mulai meningkat dari masyarakat," ujar Marlison.
Dari total Rp151,14 triliun yang disiapkan, proyeksi kebutuhan tertinggi di Pulau Jawa yang mencapai 65 persen dari total kebutuhan nasional. Sedangkan untuk Jabodetabek mencapai 27 persen. Kemudian, untuk provinsi kebutuhan tertinggi terdapat di Jawa Barat sebesar Rp12,21 triliun. Sementara provinsi dengan kebutuhan uang kartal terendah terdapat di Papua Barat dengan proyeksi Rp0,32 triliun.
Selama periode Idul Fitri 2021, Bank Indonesia menyiapkan uang pecahan besar yakni Rp100 ribu dan Rp50 ribu sebanyak 90,07 persen atau senilai Rp137 triliun dan sisanya sebanyak 9,93 persen atau Rp15,20 triliun untuk uang pecahan kecil yakni Rp20 ribu ke bawah. (Asp)
Baca Juga:
Seruan Anies soal Protokol Kesehatan Ibadah Ramadan