Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi

Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026

MerahPutih.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen bulan ini tidak akan mengganggu proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:

Prabowo Ingin Rupiah Tertinggi Rp 17.500 di 2027, Mei 2026 Ini Sudah di Level Rp 17.706 per Dolar AS

Sebaliknya, Gubernur BI Perry Warjiyo bahkan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen.

Dalam mengukur BI-Rate 50 bps, kami juga menakar bahwa mampu mengendalikan inflasi dalam sasaran dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masih tetap berada dalam kisaran sasaran 4,9 sampai 5,7 persen,

kata Perry dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/5).

Inflasi Jadi Fokus Pengendalian

Perry menegaskan, kenaikan BI-Rate tidak hanya ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga menjaga inflasi agar tetap terkendali.

Itulah kenapa kenaikan BI-Rate 50 bps ini kami meyakini mampu membawa perkiraan inflasi 2026–2027 tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen,

tutur bos BI itu.

BI Optimistis

Bank sentral mencatat tekanan inflasi domestik masih dipengaruhi kenaikan harga minyak dan komoditas global yang berpotensi memicu imported inflation. Penyesuaian harga energi non-subsidi turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga barang di dalam negeri.

Baca juga:

BI Rate Naik 50 Poin Jadi 5,25%, 'Jamu Kuat' Buat Rupiah di Juli-Agustus

Untuk menjaga stabilitas harga dilansir Antara, BI memastikan koordinasi erat dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

Sinergi ini diarahkan untuk mengendalikan inflasi pangan bergejolak (volatile food) serta dampak rambatan harga global. Dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter, BI optimistis target pertumbuhan 5,7 persen pada 2026 tetap realistis. (*)

Baca Artikel Asli