MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi dan mulai menata lagi penerima manfaaat Makan Bergizi Gratis (MBG) program andalan Presiden Prabowo Subianto.
BGN memutuskan untuk mencoret 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG.
Baca juga:
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Alasan BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG
Mayoritas sekolah yang dicoret merupakan satuan pendidikan bertaraf internasional dan telah mandiri secara finansial tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Cakupan progran MBG dikhuskan ke wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi, khususnya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan angka stunting tinggi.
Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali.
kata Kepala BGN, Sudaryono, Jumat (11/9)
Sudaryono mengatakan, Maluku dan Papua menjadi salah satu fokus utama dalam perluasan layanan MBG. Berdasarkan pendataan BGN, masih terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut yang belum terlayani program MBG.
"Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," tutur dia.
Baca juga:
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Demi mendukung perluasan layanan, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah prioritas. Pembukaan SPPG dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing daerah.
Ia menegaskan, percepatan perluasan layanan harus tetap dibarengi dengan pengelolaan program yang aman, efisien, dan tepat sasaran. Karena itu, pembukaan dapur SPPG akan memperhatikan kesiapan di lapangan.
"Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan," tutupnya. (Asp)