Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ben-Gvir Pamer Video Aktivis Global Sumud Flotilla Berlutut dan Diikat, Netanyahu Ikut Bereaksi

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026

MerahPutih.com - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai sorotan usai mengunggah video penahanan para aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza.

Dalam video yang beredar di media sosial pada Rabu (20/5), para aktivis terlihat berlutut dengan dahi menempel di lantai serta tangan terikat tali. Unggahan tersebut disertai tulisan bernada sindiran, 'Selamat datang di Israel'.

Aktivis Ditahan saat Jalankan Misi Kemanusiaan ke Gaza

Berdasarkan sejumlah video yang beredar, lagu kebangsaan Israel terdengar diputar ketika para aktivis menjalani penahanan.

Beberapa aktivis juga tampak memegang paspor mereka saat berada dalam posisi berlutut.

Baca juga:

9 WNI Ikut Global Sumud Flotilla Diculik. Israel Langgar Hukum Internasional

Total terdapat 430 aktivis dari kelompok Global Sumud Flotilla yang ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Seluruh aktivis kemudian dibawa ke Israel untuk menjalani proses penahanan lebih lanjut.

Baca juga:

Kapal Perang Israel Kepung dan Sabotase Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Rusak Mesin Kapal Hingga Sistem Navigasi

Netanyahu Tegur Ben-Gvir

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut tidak nyaman dengan tindakan yang dilakukan anak buahnya tersebut.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menilai perlakuan terhadap para aktivis itu tidak mencerminkan nilai dan norma yang dijunjung Israel.

Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis Flotilla tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel,

kata Netanyahu.

Israel Akan Deportasi Para Aktivis

Netanyahu juga menyatakan telah menginstruksikan otoritas terkait untuk segera mendeportasi para aktivis dari berbagai negara tersebut.

Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator (aktivis) sesegera mungkin,

terang Netanyahu.

(Knu)

Baca Artikel Asli