Merahputih.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto menegaskan bahwa pemerintah akan memfilter orang-orang asing yang datang ke Papua dan Papua Barat. Keputusan ini dilakukan untuk mencegah adanya hal tak diinginkan termasuk adanya provokasi dari asing.
"Khusus Papua, Papua Barat tidak kita buka seluas-luasnya kepada kedatangan orang asing disana. Ada filter-filter yang kita lakukan. Jika keadaan nanti sudah kondusif, sudah aman, silahkan. Ini adalah hak negara kita untuk melakukan itu," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (2/9).
Baca Juga
Kepala Badan Siber Klaim Kerusuhan di Papua Disebabkan Maraknya Berita Hoaks
Wiranto mengaku sudah berkunjung ke 7 kepala negara pasifik yang selama ini dikenal sering mendukung Papua merdeka. "Kemudian akhirnya 6 dari 7 negara paham," imbuh Wiranto.
Bahkan, lanjut Wiranto, para kepala negara itu kaget saat berkunjung ke Papua. "Karena kita jelaskan dan undang langsung ke Papua untuk langsung melihat apa yang sesungguhnya ada disana. Dan setelah mereka berkunjung kebanyakan mereka kaget, antara realitas yang mereka lihat dan informasi yg diterima itu berbeda jauh," jelas Wiranto.
"Ternyata Papua-Papua Barat pembangunannya begitu hebat, negeri kami (6 negara) pun kalah dengan pembangunan disitu. Bandar udara, pelabuhan laut, infrastruktur jalan-jalannya, perkantorannya, pemerintahannya, bahkan bangunan batas lintas negara," tambah Wiranto.
Wiranto menegaskan, aktor dari propagada ini adalah Benny Wenda yang dikenal sebagai tokoh utama Organisasi Papua Merdeka.
"Saya kira benar bahwa Benny wenda memang bagian dari konspirasi untuk masalah ini. Tetapi kita harus lawan dengan kebenaran. Kita lawan dengan fakta dan biasanya provokasi yang tidak benar, informasi yang menyesatkan dapat dibantah dengan fakta yang ada," jelas Wiranto.
Baca Juga
Wiranto melanjutkan, kondisi di Jayapura sdh berangsur-angsur pulih, normal.
"SPBU sudah berjalan, artinya sudah menjual bahan bakarnya, pertokoan, perkantoran mulai buka, angkutan umum juga mulai beroperasi hanya sekolah masih diliburkan," kata Wiranto. (Knu)