Bandara Soetta Tidak Akan Ditutup Asalkan Habib Rizieq Tidak Ditahan
Kamis, 01 Juni 2017 -
Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menegaskan penjemputan Habib Rizieq oleh laskar dan pecinta ulama di Bandara Soetta tidak perlu terjadi asalkan kliennya tidak ditahan polisi.
"Enggak perlu penjemputan itu kalau peristiwanya biasa-biasa saja," kata Ketum TPUA Eggi Sudjana di bilangan Tanah Abang 3, Jakarta Pusat, Kamis (1/6).
Namun, lanjutnya, penjemputan oleh jutaan massa dirasa pantas jika status Habib Rizieq dipaksakan.
"Tapi kalau statusnya Habib Rizieq dipaksa dijadikan DPO, kemudian pulang ditahan, itu pantas dipenuhi jutaan orang," tandasnya.
Eggi mengatakan jika penjemputan jutaan massa umat Islam terjadi, maka kerugiannya sangat besar. Dalam sehari, jika bandara ditutup kerugian ekonomi bisa mencapai triliunan rupiah.
"Insyaallah tidak ada yang gitu-gitu kalau dari kepolisian silakan datang tidak ada penahanan, perlakukan sama seperti Ahok. Kan gak boleh dibedain dong, emang Ahok siapa. Sesuai Pasal 27 Ayat 1 tidak boleh setiap warga negara diperlakukan beda, semua WN sama kedudukannya di mata hukum tanpa kecuali," tandasnya.
Sebelumnya, Presidium Alumni 212 mengancam akan mengerahkan satu juta umat guna menjemput Habib Rizieq di Bandara Soetta, jika polisi ngotot ingin menahan HRS atas perkara chat asusila. (Fdi)
Baca juga berita lainnya tentang Habib Rizieq: Kuasa Hukum: Habib Rizieq Bersedia Pulang Asalkan Polisi Adakan Gelar Perkara