MerahPutih.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) meminta kepada para staf diplomatik non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk segera meninggalkan Qatar.
Langkah tersebut menyusul serangan pembalasan dari Iran terhadap pangkalan dan posisi personel AS yang ada di negara tersebut.
Kedutaan Besar AS di Qatar, seperti dilansir AFP, Senin (2/3), mengumumkan langkah untuk dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3) waktu setempat, atau sehari setelah Washington bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
"Departemen Luar Negeri memberikan izin kepada para pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga para personel pemerintah itu untuk meninggalkan Qatar karena risiko keselamatan," demikian bunyi pengumuman Kedutaan Besar AS di Qatar yang disampaikan via situs resminya.
Baca juga:
Ego Amerika dan Belum Pernah ke Iran, Bakal Sulitkan Prabowo Jadi Penengah Perang
Kedutaan Besar AS juga memperingatkan setiap warga negara AS untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan ke Qatar karena ancaman konflik bersenjata."
Qatar merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang menampung pasukan militer AS, kemudian menjadi target pembalasan Iran.
Pada hari pertama serangan pembalasan Iran, pangkalan Al Udeid di Qatar, yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di kawasan tersebut, juga menjadi target pembalasan Teheran.
Para pejabat Qatar melaporkan, bahwa Iran telah meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah wilayahnya sejak akhir pekan.
Baca juga:
Imbas Perang AS-Israel vs Iran, Pramono Waspadai Kenaikan Harga di Jakarta
Delapan orang mengalami luka-luka, dengan satu orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Sementara itu, para pejabat AS melaporkan bahwa setidaknya tiga tentara AS tewas dan beberapa tentara lainnya luka parah akibat serangan pembalasan Iran yang menargetkan pangkalan AS di seluruh kawasan Timur Tengah. (knu)