AS Minta Staf Non-Darurat Tinggalkan Qatar usai Serangan Balasan Iran

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 02 Maret 2026
AS Minta Staf Non-Darurat Tinggalkan Qatar usai Serangan Balasan Iran

Perang Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Foto X

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) meminta kepada para staf diplomatik non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk segera meninggalkan Qatar.

Langkah tersebut menyusul serangan pembalasan dari Iran terhadap pangkalan dan posisi personel AS yang ada di negara tersebut.

Kedutaan Besar AS di Qatar, seperti dilansir AFP, Senin (2/3), mengumumkan langkah untuk dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3) waktu setempat, atau sehari setelah Washington bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

"Departemen Luar Negeri memberikan izin kepada para pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga para personel pemerintah itu untuk meninggalkan Qatar karena risiko keselamatan," demikian bunyi pengumuman Kedutaan Besar AS di Qatar yang disampaikan via situs resminya.

Baca juga:

Ego Amerika dan Belum Pernah ke Iran, Bakal Sulitkan Prabowo Jadi Penengah Perang

Kedutaan Besar AS juga memperingatkan setiap warga negara AS untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan ke Qatar karena ancaman konflik bersenjata."

Qatar merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang menampung pasukan militer AS, kemudian menjadi target pembalasan Iran.

Pada hari pertama serangan pembalasan Iran, pangkalan Al Udeid di Qatar, yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di kawasan tersebut, juga menjadi target pembalasan Teheran.

Para pejabat Qatar melaporkan, bahwa Iran telah meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah wilayahnya sejak akhir pekan.

Baca juga:

Imbas Perang AS-Israel vs Iran, Pramono Waspadai Kenaikan Harga di Jakarta

Delapan orang mengalami luka-luka, dengan satu orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Sementara itu, para pejabat AS melaporkan bahwa setidaknya tiga tentara AS tewas dan beberapa tentara lainnya luka parah akibat serangan pembalasan Iran yang menargetkan pangkalan AS di seluruh kawasan Timur Tengah. (knu)

#Perang Iran-Israel #Amerika Serikat #Perang #Konflik Timur Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
AS dan Israel Bersiap Lakukan Pengeboman Besar ke Iran, Target Infrastruktur Energi
Trump mungkin akan menangguhkan serangan dan kembali berunding dengan Iran jika ada "kemajuan langsung pada upaya diplomasi".
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS dan Israel Bersiap Lakukan Pengeboman Besar ke Iran, Target Infrastruktur Energi
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Bagikan