Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Arab Saudi Cabut Larangan Penerbangan Internasional 31 Maret

Angga Yudha Pratama - Minggu, 10 Januari 2021

Merahputih.com - Kantor Berita Arab Saudi (SPA) melaporkan bahwa Arab Saudi akan mencabut larangan penerbangan internasional mulai Rabu, 31 Maret 2021.

Artinya, Arab Saudi mengizinkan warganya bepergian ke luar negeri dan kemudian kembali ke dalam negeri mulai 31 Maret. Semua bandar udara, darat dan pelabuhan pada tanggal yang sama juga bakal dibuka.

Baca Juga

Saudi Buka Pintu Umrah, Penanganan COVID-19 Indonesia Diuji dan Dipertaruhkan

Dikutip dari Reuters, Pemerintah Arab Saudi sebelumnya mencabut larangan masuk di perbatasan laut, darat, dan udara sehingga akses transportasi dari luar negeri kembali dibuka. Hal itu sebagaimana laporan kantor berita resmi setempat, Minggu (3/1).

Walaupun demikian, warga asing dan pendatang lainnya diminta untuk tidak berada di Inggris, Afrika Selatan, dan negara-negara lain yang melaporkan wabah COVID-19 jenis baru, selama 14 hari sebelum memasuki Arab Saudi.

Haramain
Ilustrasi: The General President of Haramain and Imaam of Masjid Al Haram Sheikh Abdul Rahman Sudais. (Foto: Twitter @haramaininfo)

Otoritas di Arab Saudi pada 21 Desember 2020 menutup perbatasan dan memberhentikan sementara layanan penerbangan internasional komersial guna mencegah varian baru COVID-19 masuk ke negara tersebut.

Larangan itu kemudian diperpanjang pada 28 Desember 2020 selama satu minggu. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya akan terus mengamati dan meninjau perkembangan terbaru seraya memperbolehkan warga asing dan maskapai penerbangan asing keluar dari Arab Saudi.

Baca Juga

Jemaah Umrah Dilarang Masuk Arab Saudi, Pemerintah Indonesia Diminta Jangan Diam

Saat larangan itu berlaku, distribusi barang dan jasa tetap berjalan normal. Beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, menutup perbatasannya untuk warga negara asing selama satu sampai dua pekan demi mencegah penularan dua varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. (*)

Baca Artikel Asli