MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan pihaknya bakal terus melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar aturan dengan menjajakan dagangan di atas trotoar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meskipun beberapa waktu lalu terjadi bentrok antara Satpol PP DKI Jakarta dengan PKL yang melanggar aturan.
"Jadi penertiban akan jalan terus, dan kita akan lakukan dengan profesional," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (21/1).
Anies pun berharap masyarakat juga memberikan apresiasi kepada anggota Satpol PP DKI Jakarta yang bekerja keras menjalankan aturan demi kepentingan umum guna menertibkan pedang di atas trotoar, meskipun dalam tugasnya ada penolakan yang berujung kericuhan.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menuturkan, Pemprov DKI Jakarta tak akan tebang pilih dalam membenahi Jakarta.
"Jangan sampai kita, siapapun yang lebih lemah meski melanggar itu boleh jangan gitu," tuturnya.
Anies mengatakan, terkait kericuhan saat penertiban yang terjadi beberapa waktu lalu di pasar grosir terbesar di Asia Tenggara itu telah ditangani oleh Kepolisian dari Polsek Tanah Abang.
Polisi pun telah menetapkan dua orang tersangka yang disinyalir sebagai provokator atas bentrokan di Tanah Abang antara PKL dan Satpol PP DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Dua tersangka itu berinisial EW (28) dan SE (54).
"Jangan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Apalagi sampai ranah pidana, begitu masuk ranah pidana ditangani oleh Kepolisian untuk diproses," tegasnya.
Ia pun mengungkapkan, bagi masyarakat DKI Jakarta yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub), Pemprov DKI tak segan-segan akan menindak tegas melalui petugas Patpol PP.
"Sekaligus kita pesan pada semua kalau melanggar akan ditindak, baik besar ataupun kecil. Kalau pelanggarannya menyangkut hukum pidana, maka kepolisian akan turun tangan dan sekarang sudah terjadi, makanya jangan berulang," tutupnya.
Seperti diketahui, Terjadi insiden kericuhan antara PKL dan petugas satpol PP di kawasan Tanah Abang, Kamis (17/1) kemarin pukul 10.00 WIB.
Keributan itu terjadi lantaran para PKL tak terima lapak dagangannya ditertibkan petugas. Atas peristiwa itu, polisi mengamankan tiga orang yang diduga provokator dalam kericuhan tersebut.
Info yang berhembus juga pada Minggu (20/1) kemarin kericuhan kembali pecah saat Satpol PP DKI melakukan penertiban di Pasar Tanah Abang dengan PKL. (Asp)