MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemberian tenda kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang untuk memudahkan petugas dalam menertibkan PKL, jika mereka keluar dari koridor yang ditentukan.
"Bagi petugas menertibkan mereka pun lebih mudah, jelas mana yang boleh, mana yang tidak boleh. Warga juga begitu tahu mana yang boleh, mana yang tidak boleh. Di wilayah sepanjang jalan yang satu baris itu, di luar itu tidak boleh. Jadi dengan begitu bagi, PKL leluasa untuk diterbitkan, karena jelas koridor-koridor mana boleh mana tidak boleh," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).
Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap konsep penataan kawasan Tanah Abang jangka pendek dapat dirasakan oleh warga Jakarta.
"Kami ingin agar solusi jangka pendek ini bisa langsung dirasakan warga Jakarta," ujar Anies.
Sementara itu, Anies mengaku pihaknya tidak melakukan penertiban terhadap PKL, namun Pemprov memfasilitasi PKL yang sebelumnya tidak tertata dengan baik.
"Kami tidak melakukan 'Penertiban' yang dilakukan adalah difasilitasi, sehingga PKL bisa tetap berdagang. Lain dengan ditertibkan diusir sudah silakan cari tempat lain juga tidak ada, yang ada di kasih tempat mereka bisa disitu," ungkapnya.
Menurut, mantan Rektor Universitas Paramadina ini penempatan pada PKL di salah satu Jalan Jati Baru merupakan konsep penataan kawasan Tanah Abang tahap pertama yang akan dimulai pada Jumat (22/12) besok dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB.
"Ini sebuah cara dimana dalam jangka pendek di tahap pertama ini, kita bisa menata kawasan Tanah Abang," pungkasnya. (Asp)