MERAHPUTIH.COM - ANAK-anak memang belum diwajibkan berpuasa Ramadan. Meski demikian, mengajarkan mereka berpuasa sejak dini bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan. Anak perlu tahu bahwa berpuasa juga bisa membawa banyak hal baik untuk tubuh mereka.
Tak bisa dimungkiri nih, mengajarkan puasa kepada anak tidak selalu mudah. Namanya juga masih anak-anak ya, si kecil bisa saja mengeluh saat puasa. Biasanya, kondisi itu terjadi ketika anak sudah merasa sangat lapar atau haus.
Di saat kritis ini, Bunda tak perlu langsung ‘bereaksi’ ya. Seperti dilansir Hellosehat, berikut beberapa trik untuk menghadapi keluhan anak saat berpuasa.
Baca juga:
1. Lakukan kegiatan yang disukai anak
Melakukan suatu kegiatan yang disukai dapat membuat anak lupa dengan rasa lapar dan haus yang mungkin muncul saat sedang berpuasa. Sama seperti orang dewasa, saat sedang sibuk beraktivitas, perhatian anak dapat terfokus pada hal tersebut sehingga tidak merasakan atau bahkan lupa dengan rasa lapar.
Contohnya nih, bila anak suka menggambar, orangtua bisa mengajak anak menggambar bersama.
Agar lebih mudah, tanyakan langsung kepada anak kegiatan apa yang mereka sukai atau ingin lakukan. Dengan begitu, kamu dan anak bisa menyusun rencana bersama-sama untuk melakukan kegiatan selanjutnya agar anak tidak merasa bosan dan lupa dengan rasa lapar saat puasa. Pilihan lainnya, kamu bisa mengajak si kecil keluar rumah dan melihat tempat-tempat baru.
Tapi ingat ya, pastikan kegiatan tersebut tidak mengharuskan kamu dan si kecil mengeluarkan tenaga terlalu banyak. Kegiatan yang melelahkan justru dapat membuat anak bertambah lapar.
2. Ajak anak tidur siang
Rasa lapar dan haus muncul saat tubuh mulai kekurangan pasokan energi dan cairan di dalam tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mengatasi kondisi tersebut ialah dengan beristirahat.
Saat sedang istirahat, tubuh akan mengeluarkan mengeluarkan lebih sedikit energi dan cairan. Salah satu cara terbaik untuk istirahat adalah dengan tidur siang.
Seperti disebut Cleveland Clinic, dengan tidur siang, tubuh dapat merasa lebih bertenaga. Dengan begitu, anak diharapkan tidak banyak mengeluh saat puasa.
Meski begitu, tidur siang dilakukan dalam durasi yang tak berlebih. Tujuannya agar kamu dan anak tidak mengalami gangguan tidur setelahnya, seperti pusing dan merasa kebingungan saat bangun, insomnia, hingga penurunan kualitas tidur di malam hari.
Batasi waktu tidur sekitar 10-20 menit. Tidur siang terlalu lama bisa menimbulkan pusing. Jangan tidur terlalu sore. Tidur setelah oukul 15.00 bisa mengganggu waktu tidur di malam hari.
3. Ajarkan anak untuk mengendalikan emosi
Berpuasa tak melulu menahan lapar ya. Anak juga bisa diajarkan mengendalikan emosi. Rasa lapar dan haus dapat membuat seseorang lebih agresif dan mudah marah. Ini disebabkan oleh pelepasan zat kortisol (hormon stres) dan adrenalin akibat kadar gula darah yang rendah.
Zat-zat tersebut dihasilkan tubuh untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kadar gula di dalam darah. Pada anak-anak, kondisi tersebut juga dapat terjadi. Akibatnya, anak mungkin akan mengeluh saat puasa akibat rasa lapar dan haus yang timbul.
Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi anak yang mengeluh ketika berpuasa ialah dengan mengajarkan mereka untuk bersabar. Kamu bisa mencoba menghibur si kecil dengan memberikan penjelasan terkait dengan manfaat yang bisa mereka dapatkan dari berpuasa, baik dari segi agama, kesehatan, atau alasan puasa lainnya.
Selain itu, kamu juga dapat membuat anak lebih bersemangat dalam belajar berpuasa dengan menjanjikan hadiah untuk menghargai usahanya.(*)
Baca juga: