Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Rabu, 21 Januari 2026 -
Merahputih.com - Orang tua sering kali dilanda kepanikan saat suhu tubuh anak meningkat. Namun, Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K), menegaskan bahwa tidak semua kondisi demam pada anak memerlukan asupan obat pereda panas seperti paracetamol atau ibuprofen.
Menurut dr. Arifianto, penggunaan obat penurun panas sebaiknya hanya dilakukan jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan yang ekstrem.
"Diberikan paracetamol atau ibuprofen, hanya bila demam dan anak tidak nyaman atau rewel terus," tegas dr. Arifianto, Rabu (21/1).
Baca juga:
Tiga Fase yang Perlu Diwaspadai Saat Terpapar Campak, Demam Tinggi hingga Ruam Menghitam
Demam Adalah Senjata Alami Tubuh
Ia menjelaskan bahwa demam sebenarnya merupakan respons cerdas tubuh untuk melumpuhkan virus yang masuk, seperti virus influenza atau penyebab selesma (common cold). Saat suhu tubuh naik, virus justru menjadi tidak berdaya dan sulit berkembang biak.
"Jadi demam itu tujuannya satu, yakni ingin agar sistem imun bekerja optimal dan mencegah virus untuk berkembang biak," ungkapnya.
Jika anak masih aktif bergerak meski suhu mencapai 40 derajat Celsius, orang tua tidak perlu terburu-buru memberikan obat. Fokus utama adalah mengawasi tanda dehidrasi dan pola napas anak.
Batas Toleransi dan Tanda Bahaya
Baca juga:
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Dalam kasus influenza, demam biasanya bisa ditoleransi hingga tujuh hari selama disertai gejala batuk dan pilek tanpa tanda darurat. Namun, orang tua harus waspada jika demam menetap lebih dari seminggu atau muncul gejala berat.
"Kalau tujuh hari lebih masih demam, itu tidak wajar. Harus dicari tahu kemungkinan infeksi lain yang membuat demamnya bertahan," katanya mengingatkan.