MerahPutih.com - Amerika Serikat mencabut larangan bagi negara mitranya untuk membeli minyak Rusia demi stabilkan harga minyak dunia.
"Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent mengumumkan bahwa pihaknya tidak hanya melonggarkan pembatasan atas pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut seluruh pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang sedang dalam transit," kata Kirill Dmitriev selaku kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dan utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.
Dmitriev menambahkan bahwa di tengah meningkatnya krisis energi global, pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan produk energi Rusia tampaknya semakin tidak terhindarkan.
Lebijakan tersebut kemungkinan tetap menghadapi penolakan dari sebagian kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai "birokrasi Brussel".
Baca juga:
Iran Ancam Teruskan Serangan Balasan, Paksa hingga Harga Minyak Menyentuh USD 200 per Barel
Dmitirev mengatakan, dengan pencabutan pembatasan terhadap minyak Rusia, Amerika mengakui pasar energi global sulit tetap stabil tanpa pasokan dari Rusia.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Thailand, Phipat Ratchakiprakarn mengatakan Thailand siap memulai negosiasi dengan Rusia terkait pasokan minyak, pasca pencabutan sanksi minyak Moskow oleh Amerika Serikat.
“Ada kabar baik: dari pernyataan Amerika Serikat diketahui bahwa AS telah menghentikan boikot terhadap ekspor minyak Rusia, sehingga Thailand akan menjadi salah satu negara yang kini mulai bernegosiasi dengan Rusia untuk pembelian minyak mentah,” kata Ratchakiprakarn kepada wartawan, Jumat.
Negosiasi tersebut, lanjutnya, akan diprakarsai oleh Kementerian Energi Thailand. Saat ini Thailand memiliki cadangan minyak mentah yang cukup untuk 98 hari proses pengolahan minyak.
Krisis di Timur Tengah mengancam pasokan minyak dari Teluk Persia, yang biasanya mencakup sekitar 50 persen dari impor Thailand.
Pelonggaran ini akan berpengaruh terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang transit.