Amerika Cabut Larangan Beli Minyak Dari Rusia,Tanpa Minyak Rusia Harga Sulit Stabil

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Maret 2026
Amerika Cabut Larangan Beli Minyak Dari Rusia,Tanpa Minyak Rusia Harga Sulit Stabil

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat mencabut larangan bagi negara mitranya untuk membeli minyak Rusia demi stabilkan harga minyak dunia.

"Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent mengumumkan bahwa pihaknya tidak hanya melonggarkan pembatasan atas pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut seluruh pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang sedang dalam transit," kata Kirill Dmitriev selaku kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dan utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.

Dmitriev menambahkan bahwa di tengah meningkatnya krisis energi global, pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan produk energi Rusia tampaknya semakin tidak terhindarkan.

Lebijakan tersebut kemungkinan tetap menghadapi penolakan dari sebagian kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai "birokrasi Brussel".

Baca juga:

Iran Ancam Teruskan Serangan Balasan, Paksa hingga Harga Minyak Menyentuh USD 200 per Barel

Dmitirev mengatakan, dengan pencabutan pembatasan terhadap minyak Rusia, Amerika mengakui pasar energi global sulit tetap stabil tanpa pasokan dari Rusia.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Thailand, Phipat Ratchakiprakarn mengatakan Thailand siap memulai negosiasi dengan Rusia terkait pasokan minyak, pasca pencabutan sanksi minyak Moskow oleh Amerika Serikat.

“Ada kabar baik: dari pernyataan Amerika Serikat diketahui bahwa AS telah menghentikan boikot terhadap ekspor minyak Rusia, sehingga Thailand akan menjadi salah satu negara yang kini mulai bernegosiasi dengan Rusia untuk pembelian minyak mentah,” kata Ratchakiprakarn kepada wartawan, Jumat.

Negosiasi tersebut, lanjutnya, akan diprakarsai oleh Kementerian Energi Thailand. Saat ini Thailand memiliki cadangan minyak mentah yang cukup untuk 98 hari proses pengolahan minyak.

Krisis di Timur Tengah mengancam pasokan minyak dari Teluk Persia, yang biasanya mencakup sekitar 50 persen dari impor Thailand.

Pelonggaran ini akan berpengaruh terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang transit.

#Harga Minyak Dunia #Amerika Serikat #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Langkah tersebut akan memungkinkan harga bahan bakar di stasiun pengisian turun sebesar 12-18 sen euro per liter.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan