Merahputih.com - Warga baru-baru ini dibikin heboh dengan misteri penemuan mayat di Kendal yang tewas mengenaskan dengan kondisi tangan terborgol, hingga sempat ramai dikaitkan dengan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menjawab simpang siur tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara dan memastikan insiden jenazah terborgol Kendal ini sama sekali tidak punya benang merah dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Rumor liar seputar fakta mayat Kendal ini memang cepat banget menyebar di media sosial karena lokasi kejadian digosipkan sebagai salah satu fasilitas negara.
Namun, publik diminta tidak mudah termakan isu, sebab lewat klarifikasi BGN terbaru, terungkap bahwa bangunan kosong tempat korban ditemukan bukanlah gedung SPPG Kendal seperti yang jadi buah bibir netizen.
Tim pusat bahkan sudah mengecek langsung ke lapangan demi meluruskan kabar miring yang menyeret proyek Makan Bergizi Gratis ini agar masyarakat tidak terjebak hoaks.
Bantahan Tegas BGN: Tidak Ada Kaitan dengan Fasilitas Negara

Merespons bola salju opini di masyarakat, Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, langsung mengambil langkah cepat.
Setelah berkoordinasi intensif dengan koordinator wilayah setempat, Tysa mengonfirmasi bahwa tempat kejadian perkara (TKP) bukanlah bangunan yang dikelola oleh institusinya. Bangunan itu juga bukan aset yang terkena moratorium proyek negara.
Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi. Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,
ungkap Tysa, Sabtu (10/10).
Tysa juga menegaskan bahwa tidak ada satupun mitra BGN yang mengklaim kepemilikan atas rumah kosong tersebut. Pihaknya sengaja buka suara agar informasi yang beredar tidak makin simpang siur dan merugikan program pemerintah.
Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,
tegasnya.
Kronologi Tragis Pemuda Berborgol di Kendal
Awal mula terungkapnya kasus ini sukses bikin warga sekitar bergidik ngeri. Sekitar pukul 04.00 WIB pada Selasa (6/10) lalu, warga yang mencium bau busuk menyengat memutuskan untuk mencari sumber aroma tak sedap tersebut di sebuah rumah kosong pinggir jalan raya.
Benar saja, di lantai dua bangunan itu, mereka menemukan tubuh seorang pria yang sudah tak bernyawa. Posisi korban tergeletak mengenaskan di dekat jendela dengan tangan kiri yang ditarik ke atas lantaran diborgol dan dikaitkan ke teralis.
Proses identifikasi pun langsung dilakukan oleh tim gabungan Inafis Polda Jawa Tengah dan Inafis Polres Kendal. Hasilnya, identitas mayat misterius itu akhirnya terkuak.
Baca juga:
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Korban diketahui bernama Donna Nuzulul Aditya, seorang pemuda berusia 29 tahun yang tercatat sebagai warga Kampung Karangsari, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.
Menutup pernyataannya, pihak BGN meminta masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran sebuah informasi sebelum mengaitkannya dengan instansi tertentu. Tak lupa, mereka juga mengirimkan rasa simpati kepada keluarga korban.
"Segenap jajaran Badan Gizi Nasional menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan," tutup Tysa. (Knu)