Aksi Ekstrem Buruh di Peringatan May Day
Selasa, 01 Mei 2018 -
MerahPutih.com - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) sangat identik dengan aksi demonstrasi besar ribuan massa di pusat-pusat pemerintahan.
Mereka memadati jalan-jalan sambil meneriakkan tuntutan agar pemerintah dan pengusaha lebih peka terhadap nasib buruh.
Di tanah air, peringatan hari buruh juga kerap digelar dengan kegiatan yang sama. Keluar dari pabrik dan perusahaan kemudian konvoi menuju kantor pemerintahan.
Bahkan, aksi ekstrim kerap mewarnai unjuk rasa buruh tanah air dengan maksud agar aspirasi mereka didengar.
Mencatat sejumlah aksi heroik massa buruh, merahputih.com hadirkan sekilas tindakan buruh yang terbilang nekat dan menantang nyawa.
1. Aksi Jahit Mulut
Aksi Jahit mulut merupakan salah satu bentuk ekspresi buruh dalam menyampaikan aspirasi. Hal itu juga yang ditunjukan sejumlah buruh yang bekerja di pabrik kawasan Tangerang, Banten, 2017 lalu.
Mereka menjahit mulut untuk memprotes kebijakan perusahaan yang memecat karyawan sepihak. Dikabarkan, sekitar 16 orang karyawan yang tergabung dalam serikat KSPSI melakukan aksi tersebut.
Akibat aksi nekat itu, sejumlah peserta harus dilarikan ke klinik karena mengalami pendarahan.
2. Aksi Mogok Makan
Selain berdemonstrasi, aksi mogok makan menjadi salah satu cara buruh menyeruakan tuntutan.
Biasanya aksi mogok makan dilakukan buruh menjelang peringatan hari buruh internasional 1 Mei.
Hal ini juga yang dilakukan sejumlah elemen buruh di beberapa daerah, misalnya di Sidoarjo dan Kalbar.
Mereka menggelar mogok makan untuk memprotes kebijakan perusahaan yang tidak kunjung mengangkat mereka sebagai karyawan tetap padahal sudah bekerja selama lima tahun.
Akibat aksi tersebut, sejumlah peserta mengalami dehidrasi dan harus dilarikan ke rumah sakit.
3. Kubur Diri
Aksi ekstrim ini pernah dilakukan sejumlah petani Telukjambe, Karawang, Jawa Barat di Depan Istana Negara, beberapa waktu lalu.
Hal itu dilakukan untuk meminta pemerintah menegakkan UU Pokok Agraria tahun 1960 dan mengembalikan hak tanah para petani.
Berdasarkan data yang dihimpun, Ada 20 orang petani yang ikut mengubur diri di pintu barat Monas, Jakarta Pusat.
4. Semen Kaki
Sebagai bentuk perlawan buruh dan mahasiswa terhadap pemilik modal, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengecor kaki mereka.
Hal ini juga yang dilakukan Mahasiswa dan buruh di Serang, Banten yang tergabung dalam Aliansi Tolak Privatisasi Air.
Aksi ini juga sebagai dukungan terhadap petani Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, yang menolak perusahaan semen.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 9 peserta aksi mengecor kaki mereka dengan semen hingga batas mata kaki.
Dalam aksi simbolis itu, massa buruh dan mahasiswa menuntut agar pemerintah segera turun tangan menyelesaikan privatisasi air oleh perusahaan di wilayah tersebut.
5. Aksi Bakar Diri
Bakar diri merupakan aksi yang paling ekstrim pernah dilakukan buruh. Saat itu, seorang buruh bernama Sebastian Manuputi melakukan aksi bakar diri di tengah konser musik yang digelar di Gelora Bung Karno.
Sebelum membakar diri dan terjun dari ketinggian Gelora Bung Karno. SM sempat memposting pesan untuk kaum buruh melalui akun FBnya yang berisi agar buruh terus melanjutkan perjuangan.
Akibat aksi nekat itu, SM tewas dengan luka bakar di seluruh tubuhnya. (Fdi)