Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kenalin nih, Tokoh Pergerakan Buruh Wiji Thukul, ini 7 Puisi yang Pernah Ditulisnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 01 Mei 2025
Kenalin nih, Tokoh Pergerakan Buruh Wiji Thukul, ini 7 Puisi yang Pernah Ditulisnya

Youtube/Indonesia Insider

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WIJI Thukul merupakan salah seorang aktivitis dan juga seniman. Lantas apa sajakah karya-karya puisinya yang terkenal? Wiji Thukul merupakan korban penghilangan paksa Orde Baru (Orba) karena pandangan politik di karya-karyanya. Makanya nama Wiji masuk daftar Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) pada 2000.

Wiji Thukul besar dengan dunia literasi yang apik. Ia sejak belia sudah menjalani aktivitas- aktivitas menulis puisi. Ketika beranjak remaja ia masuk ke dalam sanggar seni, seperti sekolahnya, ia ikut sebuah kelompok teater, yaitu Teater Jagalan Tengah (Jagat).

Bersama Teater Jagat, Wiji keluar masuk Solo untuk mengamen puisi, mulai dari Yogyakarta, Klaten, dan Surabaya. Ia kemudian melanjutkan SMA di Karawitan Indonesia (SMKI). Ia mengeyam pendidikan, tapi hanya dua tahun saja, tepatnya di kelas 11 ia drop out pada 1982. Ia bekerja demi menafkahi adik-adiknya yang masih kecil untuk lanjut sekolah.

Wiji Thukul pernah menjalani profesi sebagai wartawan harian Masa Kini pada 1988 selama tiga bulan.

Baca juga:

Hari Buruh 2025: Marsinah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Intip Profilnya



Selebihnya, Wiji rutin menulis sajak-sajaknya untuk diterbitkan dalam media cetak, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, misalnya Inside Indonesia di Australia, Tanah Air di Belanda, dan penerbitan mahasiswa, seperti Politik (Universitas Nasional, Jakarta), Pijar (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), dan Keadilan (Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta).

Sajak milik Wiji Thukul juga berserakan lewat media fotokopi yang tersebar di antara kawan-kawan dan orang yang mengaguminya. Ia juga menulis cerpen, esai, dan resensi puisi.

Berikut beberapa karya Wiji Thukul.

1. Puisi untuk Adik

Apakah nasib kita akan terus seperti
Sepeda rongsokan karatan itu?
O… tidak, dik!
Kita akan terus melawan
Waktu yang bijak bestari
Kan sudah mengajari kita
Bagaimana menghadapi derita
Kitalah yang akan memberi senyum
Kepada masa depan
Jangan menyerahkan diri kepada ketakutan
Kita akan terus bergulat
Apakah nasib kita akan terus seperti
Sepeda rongsokan karatan itu?
O… tidak, dik!
Kita harus membaca lagi
Agar bisa menuliskan isi kepala
Dan memahami dunia



2. Nyanyian Akar Rumput


Jalan raya dilebarkan
Kami terusir
Mendirikan kampung
Digusur
Kami pindah-pindah
Menempel di tembok-tembok
Dicabut
Terbuang
Kami rumput
Butuh tanah
Dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!
Juli 1988



3. Peringatan


Jika rakyat pergi
Ketika penguasa bicara
Kita harus hati-hati untuk
mereka asa
Kalau rakyat mendengar
dan berbisik ketika
membicarakan masalah itu sendiri
harus waspada dan mendengar
Bila rakyat berani menunjukkan
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam
Jika usul ditolak tanpa pertimbangan
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa
alasan Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!



4. Istirahatlah Kata-kata


istirahatlah kata-kata
jangan menyembur-nyembur
orang-orang bisu
kembalilah ke dalam rahim
segala tangis dan kebusukan
dalam sunyi yang meringis
tempat orang-orang mengingkari
menahan ucapannya sendiri
tidurlah, kata-kata
kita bangkit nanti
menghimpun tuntutan-tuntutan
yang miskin papa dan dihancurkan
nanti kita akan mengucapkan
bersama tindakan
bikin perhitungan
tak bisa lagi ditahan-tahan
Solo Sorogenen, 12 Agustus 1988


5. Tanpa Judul


kuterima kabar dari kampung
rumahku kalian geledah
buku-bukuku kalian jarah
tapi aku ucapkan banyak terima kasih
karena kalian telah memperkenalkan
sendiri
pada anak-anakku
kalian telah mengajar anak-anakku
membentuk makna kata penindasan
sejak dini
ini tak diajarkan di sekolahan
tapi rezim sekarang ini memperkenalkan
kepada kita semua
setiap hari di mana-mana
sambil nenteng-nenteng senapan
kekejaman kalian
adalah bukti pelajaran
yang tidak pernah ditulis



6. Nyanyian Akar Rumput


kuterima kabar dari kampung
rumahku kalian geledah
buku-bukuku kalian jarah
tapi aku ucapkan banyak terima kasih
karena kalian telah memperkenalkan
sendiri
pada anak-anakku
kalian telah mengajar anak-anakku
membentuk makna kata penindasan
sejak dini
ini tak diajarkan di sekolahan
tapi rezim sekarang ini memperkenalkan
kepada kita semua
setiap hari di mana-mana
sambil nenteng-nenteng senapan
kekejaman kalian
adalah bukti pelajaran
yang tidak pernah ditulis


7. Nyanyian Akar Rumput


jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang
kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!
Ditulis pada Juli 1988.(Tka)

Baca juga:

1 Mei dalam Sejarah: Lebih dari Sekadar Hari Buruh



#Wiji Thukul #Hari Buruh Internasional #May Day
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Indonesia
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Polda Jabar menetapkan enam tersangka kerusuhan May Day di Bandung. Mayoritas pelajar, terbukti lakukan pembakaran dan perusakan fasilitas publik di Tamansari.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Indonesia
Polda Metro Jaya Cegah Upaya Penyusupan yang Ingin Buat Rusuh saat May Day 2026
Polda Metro Jaya mengedepankan pelayanan pengamanan yang humanis, persuasif, dan edukatif.
Dwi Astarini - Sabtu, 02 Mei 2026
Polda Metro Jaya Cegah Upaya Penyusupan yang Ingin Buat Rusuh saat May Day 2026
Indonesia
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Aksi perusakan tersebut meliputi pembakaran banner, perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Indonesia
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Akibat aksi itu, tiga kaca pecah diduga dilempar menggunakan batu berukuran besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Berita Foto
Efek Rumah Kaca Gebrak Panggung Hari Buruh Internasional 2026 di depan Gedung DPR
Vocalis Efek Rumah Kaca, Cholil dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jum'at (1/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 01 Mei 2026
Efek Rumah Kaca Gebrak Panggung Hari Buruh Internasional 2026 di depan Gedung DPR
Indonesia
May Day 2026: Iwakum Soroti Upah dan Ketidakpastian Kerja Jurnalis
Iwakum menyoroti rendahnya upah dan ketidakpastian kerja jurnalis di tengah disrupsi AI pada momentum Hari Buruh 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
May Day 2026: Iwakum Soroti Upah dan Ketidakpastian Kerja Jurnalis
Indonesia
Prabowo: Saya Tak Rela Negara Dirampok, Sudah Berkali-kali Pertaruhkan Nyawa
Prabowo Subianto mengaku telah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Indonesia dan menyoroti praktik elite yang mencuri uang rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Prabowo: Saya Tak Rela Negara Dirampok, Sudah Berkali-kali Pertaruhkan Nyawa
ShowBiz
6 Lagu Indonesia yang Mewakili Suara Buruh, dari Marjinal hingga Iwan Fals
Simak 6 lagu Indonesia yang menggambarkan perjuangan buruh, mulai dari Buruh Tani hingga Metropolutan. Cocok untuk peringatan Hari Buruh.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
6 Lagu Indonesia yang Mewakili Suara Buruh, dari Marjinal hingga Iwan Fals
Bagikan