SAYURAN sangat penting buat tubuh. Makanan ini memiliki kandungan mineral, vitamin, dan nutrisi. Beberapa sayur biasa dikonsumsi mentah atau dilalap. Ada juga yang dimasak dan dicampur dengan bumbu-bumbu terlebih duhulu.
Untuk sayuran yang diolah dengan cara dimsak, ahli gizi menyarankan agar dikonsumsi dalam sekali makan begitu selesai dimasak. Hal itu demi mendapatkan mikronutrien dan vitamin dalam kadar tertinggi.
1. Kelamaan didiamkan, sayur harus dipanaskan dulu
Kandungan vitamin, mineral, dan nutrisi dari sayuran memang paling ideal dikonsumsi dalam kondisi sesegar mungkin. Sementara itu, sayuran yang dimasak paling lama dikonsumsi dalam selang 2 jam setelah matang. Jika lebih dari 2 jam, sayuran harus dipanaskan terlebih dulu untuk membunuh mikroba yang tumbuh pada makanan.
"Sesegera mungkin sehabis masak, langsung dikonsumsi untuk mendapatkan kandungan optimal mikronutrien," kata Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Nuri Andarwulan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
2. Sayuran setelah dipanaskan hilang kandungan vitamin dan nutrisi
Padahal nih, sayuran yang dimakan setelah dipanaskan kembali sudah tidak memiliki kandungan vitamin dan nutrisi. Yang tersisa hanya ada mineral dan serat.
Oleh karena itu, ahli menyarankan agar masyarakat memasak sayur secukupnya untuk sekali makan agar tidak bersisa. "Dimasak secukupnya saja supaya mendapat zat gizi mikronutrien yang tinggi," kata dia.
Mengenai anggapan yang beredar di masyarakat bahwa sayuran seperti kangkung dan bayam yang tidak boleh dikonsumsi setelah beberapa jam karena mengandung racun, hal itu disebabkan adanya beberapa mikroba mengandung toksin yang menempel pada makanan.
Mikroba tersebut juga tahan panas dengan suhu tertentu sehingga sayur harus dipanaskan dengan optimal jika ingin dikonsumsi ulang.(*)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Benarkah Jenis Kelamin Bisa Ditentukan Sejak Hamil? Berikut Fakta-Faktanya dari Ahli