Sering Terbangun saat Tidur Malam? Atasi dengan Cara Ini

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 24 Oktober 2023
Sering Terbangun saat Tidur Malam? Atasi dengan Cara Ini

masalah pernapasan bisa diatasi secara alami dengan melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup. (Foto: Unsplash/Megan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH kamu terbangun di tengah malam? Hal ini biasa terjadi pada individu dengan gangguan pola tidur dan asma yang bisa menyebabkan perasaan pening di pagi hari dan kelelahan di siang hari.

Seperti disiarkan pada Hindustan Times, Senin (23/10), masalah pernapasan bisa diatasi secara alami dengan melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup, teknik pernapasan, dan pengobatan herbal. Dr HP Bharathi dari Jindai Naturecure menyarankan beberapa pendekatan alami untuk dipertimbangkan.

Baca juga:

Cara Cepat Tidur untuk Para Insomnia

Minumlah banyak air untuk hindari dehidrasi. (Foto: Unsplash/Annie)

1. Tetap terhidrasi

Minumlah banyak air untuk menjaga sistem pernapasan kamu tetap terhidrasi

2. Olahraga teratur

Lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk meningkat kapasitas paru-paru dan kesehatan pernapasan secara keseluruhan. Aktivitas seperti jalan cepat, yoga, dan berenang bisa bermanfaat.

3. Pertanhankan pola makan sehat

Konsumsilah makanan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Ini memberikan nutrisi penting untuk kesehatan paru-paru.

4. Latihan pernapasan

Latih teknik pernapasan dalam seperti pernapasan mengerucutkan bibir dan pernapasan diafragma untuk meningkatkan fungsi paru-paru.

5. Menghirup uap

Menghirup uap dari semangkuk air panas (dengan atau tanpa tambahan herbal) dapat membantu meredakan hidup tersumbat.

Baca juga:

Cara Cepat Tidur untuk Para Insomnia

Masalah pernapasan bisa diatasi secara alami. (Foto: Unsplash/Ben)

6. The herbal

The herbal tertentu seperti jahe, akar licorice, dan timi dapat memberikan efek memenangkan pada sistem pernapasan.

7. Hindari asap dan polutan

Jauhi asap rokok, polutan, dan bahan iritan lainnya yang bisa memperburuk masalah pernapasan.

Sementara itu, Konsultan Senior Kedokteran Paru di Rumah Sakit Primus Superspecialty di Chanakyapuri, New Delhi, Dr SK Chabra turut berbagi keahliannya dalam hal gangguan pernapasan ini.

“Masalah pernapasan bisa sangat menganggu tidurmu, menyebabkan berbagai masalah yang memengaruhi kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Kondisi seperti mendengkur, sleep apnea dan batuk kronis bisa menghambat kemampuan kamu untuk menikmati tidur nyenyak,” ucap Chanakyapuri.

Adapun sleep apnea ditandai dengan jeda pernapasan berulang kali dan disertai dengkuran keras, tidak hanya menganggu tidur tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti hipertensi dan penyakit jantung. Selain itu, batuk kronis atau rasa tidak nyaman bisa membuat sulit untuk tertidur dan tetap tertidur sehingga menyebabkan insomnia. (Far)

Baca juga:

Kebiasaan Buruk nan Sepele Pemicu Insomnia

#Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan