MerahPutih.com - Bencana banjir rob atau pasang air laut yang melanda wilayah Jakarta, harus ditangani serius oleh Pemerintah DKI Jakarta. Banjir rob ini bukan terjadi baru-baru ini, tapi sudah bertahun-tahun.
Parahnya, banjir rob itu telah menggenangi 70 persen dataran di Kepulauan Seribu.
"Hampir 70 persen wilayah di kepulauan seribu terendam rob," ungkap Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike pada Minggu (15/12).
Baca juga:
Banjir Rob di Muara Angke, Ketinggian Air Hampir Setengah Meter
Lantas untuk mengatasi banjir rob tersebut, Wakil bendahara eksternal DPP PDI Perjuangan ini mendorong Pemerintah DKI bersama masyarakat untuk menanam mangrove.
Adapun pohon mangrove ini dapat menahan permukaan daratan agar tidak mengalami abrasi, sehingga penyebab utama banjir rob tidak akan terjadi.
"Mohon disuarakan soal penanaman mangrove dan lain-lain," terangnya.
Baca juga:
Yang membuat politikus PDI Perjuangan itu mengelus dada, akibat rob tersebut pasokan makanan ke wilayah Kepulauan Seribu terganggu akibat cuaca yang buruk. Masyarakat pun kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan di dataran Jakarta.
"Saudara-saudara kami juga beberapa hari ini kesulitan pasokan bahan pangan karena cuaca sangat tidak bersahabat," paparnya.
Baca juga:
Banjir Rob di Jakarta Utara Menurun, Kini Hanya 1 RT dan 2 Ruas Jalan
Kapal penyebrangan yang dimiliki Dinas Perhubungan (Dishub) juga saat ini tidak bisa beroperasi seperti biasa karena kondisi cuaca yang kurang baik. Maka jalan satu-satunya untuk mengatasi kekurangan pasokan pangan ini dengan kapal tradisional milik masyarakat setempat.
"Kapal penyebrangan dishub ga layak makanya ketika cuaca seperti ini mereka ga bisa beroprasi. Masyarakat tetap mengandalkan kapal-kapal tradisional untuk penuhi kebutuhan," tutupnya. (Asp)