Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'

Dee Lestari lepas album baru. (Foto: dok/dee lestari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PERJALANAN Dee Lestari menuju album studio ketiganya akhirnya mencapai garis akhir. Setelah lebih dulu memperkenalkan tiga single, yakni (Jangan) Jatuh Cinta, Perahu Kertas, dan Kabarku, kini Dee merilis album penuh berisi delapan lagu terbaru yang merangkum berbagai fase perjalanan emosional tentang cinta.

Album ini menghadirkan sejumlah kolaborasi istimewa. Salah satunya yakni lagu duet Cuma Satu Nama yang menampilkan Afgan. Lagu tersebut ditulis bersama oleh Dee Lestari dan mendiang suaminya, Reza Gunawan. Selain itu, terdapat juga Hujan Bulan Juni, sebuah kolaborasi yang lama tertunda antara Dee dan mendiang Sapardi Djoko Damono. Karya yang awalnya dipersiapkan untuk film adaptasi novel Hujan Bulan Juni pada 2017 itu kini akhirnya hadir dalam bentuk rekaman resmi dan menjadi bagian dari album terbaru Dee.

Album bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta ini menggambarkan dinamika hati saat menjalani berbagai pengalaman cinta. Urutan lagu disusun sebagai sebuah perjalanan emosional yang menampilkan beragam warna perasaan, mulai dari harapan, patah hati, hingga penerimaan.

Lagu pembuka, (Jangan) Jatuh Cinta, hadir sebagai pengantar sekaligus peringatan tentang berbagai kemungkinan yang menyertai cinta. Aransemen Rendy Pandugo yang ringan, tapi menyentuh, ditambah kontribusi vokal Teddy Adhitya, memberikan karakter tersendiri pada lagu tersebut. Perjalanan kemudian berlanjut ke Patah Hati, yang digarap Gala Yudhatama dan Pandji Akbari dengan nuansa modern dan dinamis, menggambarkan pengalaman pertama menghadapi luka akibat cinta yang tak terelakkan.

Baca juga:

Netflix Siapkan Series 'Rapijali', Adaptasi Novel Populer Dee Lestari



Saat memasuki lagu ketiga, Kabarku, pendengar diajak menyelami fase terendah dalam perjalanan hati. Lagu yang diaransemen Fellow Amateurs--Mikha Angelo, Yosua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S Alexandra--menawarkan nuansa soulful yang berpadu dengan lirik jujur dan dekat dengan kehidupan banyak orang.

Harapan kembali muncul melalui Hujan Bulan Juni. Lagu yang terinspirasi dari puisi legendaris karya Sapardi Djoko Damono ini diolah Gardika Gigih dalam suasana live session yang intim dan mendalam. Kehadiran choir dari Barsena Bestandhi semakin memperkuat kesan megah yang dibangun lagu tersebut.

Babak yang lebih cerah hadir lewat Jadi Udara. Lagu garapan Dimas Wibisana ini menggambarkan momen ketika hati akhirnya menemukan kepastian setelah melewati berbagai keraguan. Aransemen yang ringan dan upbeat diperkaya vokal latar Arina Ephipania dari Mocca serta sejumlah anggota tim Dee Lestari, termasuk Kamga Mo yang juga bertindak sebagai penata vokal.

Selanjutnya, Perahu Kertas menjadi simbol dari hati yang telah menemukan tempat berlabuh. Melalui sentuhan produksi Petra Sihombing, lagu yang telah lama dikenal sebagai salah satu karya populer Dee ini hadir kembali dengan nuansa baru yang tetap mempertahankan esensi aslinya.

Puncak perjalanan album terletak pada Cuma Satu Nama. Lagu duet Dee Lestari dan mendiang Reza Gunawan ini dibawakan bersama Afgan, menghadirkan kisah tentang dua hati yang siap melangkah menuju fase kehidupan yang baru. Petra Sihombing kembali dipercaya sebagai produser dan menghadirkan aransemen yang segar, elegan, serta tak lekang oleh waktu.

Album kemudian ditutup Bintang Utara, sebuah lagu yang berbicara tentang makna melepaskan dengan ikhlas. Lagu ini mengangkat hubungan universal antara orang tua dan anak, menggambarkan proses menerima ketika seseorang yang dicintai tumbuh dan menjalani jalannya sendiri. Dengan aransemen orkestral dari Lafa Pratomo, Bintang Utara menjadi penutup yang emosional, menyentuh, sekaligus penuh harapan.(far)

Baca juga:

'Kabarku', Curhat Patah Hati Dee Lestari yang Relatable dan Menyentuh

#Dee Lestari #Musik #Album Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Mengibaratkan kehidupan seperti permainan roulette, terus berputar tanpa pernah memberi kepastian mengenai kapan atau di mana putaran itu akan berhenti.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
ShowBiz
mpq Gandeng Nabila Hanina di Single 'Goodbye Everest', Buka Jalan untuk Perilisan Album Baru
mpq merilis 'Goodbye Everest (feat. Nabila Hanina)' sebagai single terakhir jelang album penuh kedua yang dijadwalkan hadir 23 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
mpq Gandeng Nabila Hanina di Single 'Goodbye Everest', Buka Jalan untuk Perilisan Album Baru
ShowBiz
Makna Lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles, tentang Hubungan yang Tak Harus Abadi
Simak makna lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles tentang hubungan yang tak harus berlangsung lama untuk menjadi sesuatu yang istimewa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Makna Lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles, tentang Hubungan yang Tak Harus Abadi
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean, tentang Cinta dan Keinginan untuk Berkembang
Simak makna lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean tentang cinta, dukungan pasangan, impian, dan keinginan untuk berkembang sebagai individu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Makna Lirik Lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean, tentang Cinta dan Keinginan untuk Berkembang
Bagikan