Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

57,98 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin Penguat

Zulfikar Sy - Jumat, 12 Agustus 2022

MerahPutih.com - Pemerintah terus meningkatkan jumlah warga divaksin dosis ketiga atau booster. Pada Kamis (11/8), penerima vaksin booster bertambah sebanyak 235.045 orang.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan, hingga saat ini berarti sudah ada sebanyak 57.980.364 (57,98 juta) warga Indonesia menerima dosis penguat.

Sementara itu, menurut data Satgas COVID-19, penerima dosis kedua meningkat 36.155 orang, sehingga totalnya sudah mencapai 170.392.604 (170,39 juta) orang.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Pfizer Miliki Kandungan Berbahaya

Sedangkan capaian pada dosis satu, kini sudah mencapai 202.841.745 (202,84 juta) orang yang sudah menerimanya. Bertambah 28.430 orang dari hari sebelumnya.

Satgas menyatakan, sebanyak 234.666.020 orang telah ditetapkan sebagai sasaran pemerintah dalam memperluas cakupan vaksinasi COVID-19, guna mempertahankan antibodi dan mengurangi penularan virus.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengemukakan, vaksin COVID-19 dosis penguat atau booster pertama menjadi suatu keharusan yang perlu diprioritaskan dan dilakukan masyarakat sebab terbukti meningkatkan kadar antibodi.

Baca Juga:

Penonton Konser Dream Theater Wajib Sudah Vaksin 2 Kali

Pandu mengatakan, serologi survei (serosurvei) antibodi yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menunjukkan kadar antibodi yang dimiliki 98,5 persen penduduk Indonesia meningkat lebih dari empat kali lipat pada Juli 2022, dibandingkan Desember 2021.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan antibodi yang sudah dimiliki masyarakat bukan berarti melindungi diri dari penularan. Pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) masih tetap harus dilakukan.

"Harus tetap prokes, dan perlu diingat penduduk dengan dosis vaksin bertambah memiliki kadar antibodi lebih tinggi dibanding penduduk dengan vaksin dosis tetap," katanya, dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Merusak Organ Tubuh Pada Anak

Baca Artikel Asli