Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jemaah Haji RI Dijamin Makan Beras Premium Internasional di Arab Saudi, 5.000 Ton Siap Kirim

Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia mulai pengiriman beras premium ke Arab Saudi dengan volume awal 2.280 ton untuk tahap awal dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200.000 jamaah haji asal Indonesia pada musim haji 2026. Total beras yang akan dikirim nantinya mencapai 5.228 ton.

“Kami akan bekerja keras memastikan jamaah haji kita menerima beras dari Indonesia," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dalam keterangannya kepada media, dikutip Selasa (10/2).

Menko Pangan menegaskan pengiriman beras ke Arab Saudi ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri maupun stabilitas harga. "Kami sepenuhnya mendukung keputusan ini,” tandas Zulhas, sapaan akrab Menko Pangan yang juga Ketum PAN itu.

Baca juga:

Indonesia Bangun Kampung Haji di Mekah, Prabowo: Negara Lain Mulai Mengikuti

Kualitas Premium Standar Internasional

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan persiapan pengiriman beras sudah berjalan sesuai permintaan pengelola dapur di Arab Saudi.

“Pengiriman pertama dijadwalkan akhir Februari dengan volume 2.280 ton, sementara tambahan 3.000 ton disiapkan untuk mengantisipasi permintaan lebih lanjut,” katanya, dilansir dari Antara.

Bulog juga memastikan beras yang diekspor memenuhi standar internasional dengan kadar beras patah maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Proses penggilingan menggunakan teknologi modern untuk menjaga kesegaran dan konsistensi kualitas.

Baca juga:

DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?

Promosi Produk Pertanian Ri ke Pasar Global

Sebaliknya, Otoritas Arab Saudi menyambut baik rencana ini, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar setiap tahun. Koordinasi izin impor saat ini sedang ditangani melalui kementerian perdagangan kedua negara.

Pemerintah menilai ekspor beras ini sebagai langkah awal untuk memperluas ekspor pangan bernilai tambah. Meski tahap awal dilakukan dengan skema business-to-business, opsi kerja sama jangka panjang sedang dipertimbangkan. Kerja sama ini sekaligus memperkenalkan produk pertanian Indonesia ke pasar internasional. (*)

Baca Artikel Asli