Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

2026 Dapat Anggaran Rp 14 T, Mendikdasmen Dikejar Target Revitalisasi 71.744 Sekolah

Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026

MerahPutih.com - Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah menjangkau 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026 dengan anggaran sebesar Rp14 triliun. Program ini menjadi bagian dari percepatan pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut penambahan target sasaran tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” katanya, Rabu (6/5).

Baca juga:

Angin Kencang Terjang Cilincing, 51 Rumah dan 1 Sekolah Rusak

Sudah Terserap Rp 2,6 Triliun

Mendikdasmen menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi untuk tahun 2026 sudah mulai berjalan dengan menyerap total anggaran Rp 2,6 triliun.

“Sekarang ini kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu telah diselesaikan perjanjian kerjasama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” ucapnya.

Sekolah Korban Bencana dan Daerah 3 T Jadi Prioritas

Mu’ti menambahkan pemerintah menetapkan skala prioritas dalam pelaksanaan program revitalisasi tahun 2026. Fokus utama diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.

“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatera maupun di wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:

Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tekankan 3M dan Deep Learning Kunci Pendidikan Nasional

Pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat meskipun tidak berada di wilayah bencana maupun 3T.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T, tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” tandasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli