Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

15 Korban Meninggal Dievakuasi Pascabanjir Bandang di Agam

Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 12 Mei 2024

MerahPutih.com - Banjir bandang di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, menelan sejumlah korban jiwa pada Sabtu (11/5) malam pukul 21.00 WIB. Pencarian korban dilakukan petugas gabungan di tiga kecamatan terdampak hingga hari ini, Minggu (12/5).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan akibat banjir bandang tersebut sebanyak 15 orang meninggal dunia.

"Dari total tersebut, 11 orang ditemukan di wilayah Kecamatan Canduang dan 4 orang di Kecamatan Sungai Pua," kata Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/5).

Baca juga:

Banjir Melanda Kabupaten Konowe Utara, 923 KK Terdampak

Ia menjelaskan, petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Agam masih melakukan upaya-upaya penanganan darurat bencana.

"Banjir pandang yang terjadi setelah adanya hujan lebat menerjang tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan IV Koto," ujarnya.

Di wilayah Kecamatan Canduang, kata Muhari, dari 11 korban yang dievakuasi sebanyak empat orang telah teridentifikasi petugas. Sedangkan sisanya masih dalam proses identifikasi.

"Selain korban jiwa, sebanyak tujug warga Kecamatan Canduang yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat," imbuhnya.

Baca juga:

Kepala BNPB Minta Penanganan Banjir dan Longsor di Sumbar Dipercepat

Muhari menuturkan, limpasan banjir bandang ini juga menerjang Nagari Bukik Batabuah, Canduang. Petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Agam melaporkan sekitar 90 unit bangunan terendam, baik tempat tinggal warga, fasilitas umum dan tempat usaha.

Sedangkan, di Kecamatan Sungai Pua, warga yang luka-luka juga telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Data sementara, korban meninggal sebanyak empat orang, dengan rincian tiga orang yang telah teridentifikasi dan satu lainnya masih dalam proses identifikasi.

Baca juga:

Waspada, Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob hingga 12 Mei 2024

Sementara itu, di Kecamatan IV Koto, banjir merendam di Nagari Koto Tuo. Sekitar 60 warga dievakuasi menuju SMPN 1 Koto Tuo. Sedangkan sejumlah rumah, 20 tempat usaha dan satu sekolah tergenang banjir di wilayah itu.

Menyikapi respons darurat, lanjur Muhari, BPBD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari yang terdampak bencana.

"Hingga kini, pihak BPBD masih terus memutakhirkan data bangunan terdampak, baik rumah, fasilitas umum dan tempat usaha," pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli