147,9 Juta Orang Indonesia Telah Bekerja, 38,81 Persen Berstatus Sebagai Buruh
Kamis, 05 Februari 2026 -
MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 147,91 juta orang pada November 2025.
Kondisi tersebut diklaim naik 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun 0,11 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan peningkatan jumlah pekerja itu terjadi seiring bertambahnya angkatan kerja dan menurunnya tingkat pengangguran dalam tiga bulan terakhir.
Per November 2025 jumlah penduduk usia kerja tercatat sebanyak 218,85 juta orang, naik 0,681 juta orang dibandingkan Agustus di periode yang sama.
Baca juga:
Ini Penyebab Persoalan Pengangguran Usia Muda dan Terdidik Melonjak
Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang atau bertambah 1,262 juta orang, sementara bukan angkatan kerja turun 0,58 juta orang menjadi 63,58 juta orang.
Dari total angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang telah bekerja, sedangkan 7,35 juta orang masih menganggur namun turun 0,109 juta orang dibandingkan Agustus di tahun yang sama.
Dengan kondisi itu, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen atau turun sekitar 0,11 persen.
BPS juga mencatat peningkatan jumlah pekerja penuh yang mencapai 100,49 juta orang atau bertambah 1,85 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
Sementara itu, pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 35,8 juta orang dan setengah pengangguran sebanyak 11,55 juta orang, keduanya mengalami penurunan.
Sektor yang mencatat kenaikan tenaga kerja tertinggi dalam periode Agustus hingga November 2025 adalah akomodasi dan makanan minuman yang naik sebesar 0,381 juta orang. Sementara, industri pengolahan bertambah 196 ribu orang dan perdagangan meningkat 168 ribu orang.
Tercatat, jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang.
Berdasarkan status pekerjaan, sebanyak 38,81 persen dari total penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai. Kelompok ini juga mencatat penambahan terbesar, yakni sekitar 625 ribu orang dalam tiga bulan terakhir.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar pada November 2025, diikuti oleh sektor perdagangan dan industri pengolahan.
"Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik, dan gas," kata dia.