Pemprov DKI Serius Tangani Pengangguran, Fokus pada Difabel dan UMKM
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)
MerahPutih.com - Kegiatan bursa kerja atau Job Fair yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai mampu menurunkan tingkat pengangguran di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan pihaknya telah menggelar 14 job fair berturut-turut sebagai upaya meningkatkan serapan tenaga kerja.
“Penurunan ini tentunya tidak lepas dari apa yang kami lakukan dengan Job Fair yang sudah 14 kali berturut-turut. Kemudian juga Job Fair khusus untuk disabilitas, yang alhamdulillah kemarin bisa merekrut sampai dengan 150 pekerja disabilitas,” ujar Pramono di Jakarta, Jumat (21/11).
Pramono menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta pada Agustus 2025 menurun menjadi 6,05 persen, lebih rendah dibanding periode Agustus 2024 sebesar 6,18 persen.
“Hal yang berkaitan dengan tingkat pengangguran terbuka atau TPT turun 6,05 persen sampai dengan bulan Agustus 2025. Lebih rendah dibandingkan periode (tahun) sebelumnya,” ucapnya.
Baca juga:
Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,47 Juta Orang, Turun Dibanding Tahun Lalu
Selain job fair, Pemprov DKI juga menjalankan program peningkatan kompetensi melalui 280 kelas pelatihan reguler dan 80 jenis program yang telah diikuti lebih dari 5.400 peserta.
Program pelatihan juga diperluas melalui 245 Mobile Training Unit (MTU) yang telah menjangkau 93 kelurahan dan melibatkan sekitar 2.450 peserta. Langkah ini memastikan akses pelatihan yang merata hingga tingkat masyarakat akar rumput.
Pramono menjelaskan, sektor perdagangan, akomodasi, makanan-minuman, serta transportasi menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jakarta. Oleh karena itu, Pemprov DKI berkomitmen membuka akses kerja seluas-luasnya bagi kelompok rentan.
“Saya dan Pak Wagub berkomitmen untuk job fair dan juga upskilling disabilitas yang kemarin sudah berjalan dengan baik. Kami akan adakan secara periodik karena ini memberikan ruang bagi difabel juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa bekerja di Jakarta dalam ekosistem ketenagakerjaan Jakarta,” tuturnya.
Baca juga:
Angka Pengangguran Tinggi, DPRD DKI Kritik Kurikulum dan Kualitas Guru di Jakarta
Selain penyerapan tenaga kerja, Pramono menyebut investasi di Jakarta juga menguat sehingga turut mendorong aktivitas ekonomi. Kontribusi investasi Ibu Kota mencapai 14,24 persen dari total nasional.
Realisasi investasi pada triwulan III 2025 mencapai Rp204,13 triliun, tumbuh 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Yang juga menggembirakan adalah aktivitas investasi tersebut menyerap tenaga kerja kurang lebih 338.310 tenaga kerja,” kata Pramono. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta Beberkan Skema Pembongkaran Tiang Monorel di Kuningan
Anggaran Transjakarta 2026 Disunat, Pemprov DKI Jakarta Putar Otak Cari Tambahan Triliunan Rupiah
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Pramono Pastikan Pelican Crossing Tak Ditutup
Flyover Pesing Berlubang, Belasan Kendaraan Menepi Akibat Ban Pecah di Daan Mogot
Dinas Bina Marga Targetkan Perluasan Jalan Rasuna Said Pasca Bongkar Tiang Monorel
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Dibongkar 14 Januari, Pemprov DKI Bakal Tata Ulang Jalan
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Pemprov DKI Mau Bangun Monorel di Ragunan, Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi