Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

103 Bangunan di Sepanjang Sungai Cidurian Dibongkar

Andika Pratama - Rabu, 04 Agustus 2021

MerahPutih.com - Sebanyak 103 bangunan di sepanjang Sungai Cidurian, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, dibongkar sebagai upaya normalisasi. Pembongkaran dilakukan secara swadaya. Dari bangunan-bangunan tersebut, sebanyak 29 bangunan di antaranya bersertifikat.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku sangat bersyukur kepada masyarakat pemilik bangunan yang bersedia mengikuti aturan terkait normalisasi sungai, seperti membongkar bangunan dengan mandiri.

Baca Juga

Sindikat Pemalsuan Surat PCR di Bandara Halim Perdanakusuma Dibongkar Polisi

"Alhamdulilah kondusif. Kita lihat warga juga membongkar bangunannya sendiri. Terima kasih atas sosialisasi yang dilakukan oleh kewilayahan," kata Yana, Selasa (3/8).

"Ini menunjukan bahwa masyarakat semakin paham dan berusaha mengurangi dampak banjir," kata Yana.

Oleh karenanya, ia mendorong dinas terkait agar terus berkolaborasi agar rencana yang tengah dijalankan menunjukkan hasil yang signifikan.

"Dinas terkait tentu akan mendukung terus selama dibutuhkan. Insya Allah semangatnya kita sama menata Bandung dari baik semakin baik," ujarnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana
Pembongkaran 103 bangunan di sepanjang Sungai Cidurian, Kota Bandung. (Humas Bandung)

Di tempat yang sama, Komandan Sektor 22 Citarum Harum Kolonel Infanteri Eppy Gustiawan mengatakan dalam pembongkar bangunan tersebut selain melibatkan warga, juga bekerja sama dengan dinas terkait dan BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Ia mengungkapkan, terdapat 103 bangunan yang telah dibongkar dan terdapat 29 bangunan yang bersertifikat.

"Pada 25 Juni kita sosialisasi. Kemudian 6 Juli pengukuran dan penyampaian ST-1. Selanjutnya, pada 16 Juli pemasangan patok batas sertifikat. Hingga pada 21 Juli monitoring pembongkaran mandiri," ungkapnya.

Eppy mengatakan, panjang penataan seluas 1.954 meter. Untuk kecamatan Arcamanik 1.300 meter dan Kecamatan Antapani 654 meter.

"Adanya penataan ini bisa mengembalikan fungsi sungai. Mulai dari dampak dari bangunan liar, limbah sampah dan sedimennya. Ini juga bisa menjadi spot yang dimanfaatkan warga," kata Eppy. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

BOR Turun 84 Persen, RSUD Dr Moewardi Solo Bongkar Tenda Darurat

Baca Artikel Asli