MerahPutih.com - Nanik S Deyang mengaku telah ditawari Presiden Prabowo Subianto jabatan baru setelah memutuskan mundur dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan akan menjalani pengobatan di luar negeri.
Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Rabu (22/7), Nanik mengungkapkan ditawari untuk mengisi posisi Ketua Dewan Pengawas BGN yang akan segera dibentuk Prabowo.
Baca juga:
Jadi Kepala BGN, Simak Rincian Harta Kekayaan Nanik S. Deyang yang Tembus Rp 6,3 Miliar
Nanik S Deyang Trauma Pegang Uang
Mantan jurnalis itu mengaku siap memegang amanah baru itu, dengan syarat tidak terkait dengan kewenangan anggaran yang besar. Pasalnya, Nanik mengaku trauma memegang anggaran uang besar di jabatan sebelumnya.
Saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya ( kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt).
tulis Nanik S Deyang.
Alasan Akhirnya Memilih Berobat ke Luar Negara
Dalam unggahanya, Nanik juga menjelaskan akan terbang ke luar negeri untuk menjalani perawatan. Namun, dia enggan menjelaskan nama rumah sakit ataupun negara yang akan dituju.
Baca juga:
Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasan Nanik S Deyang Pilih Berobat Jantung di Luar Negeri
Nanik hanya menegaskan alasannya memilih berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya kepada kompentensi dokter dan rumah sakit lokal.
Ini bukan karena tidak percaya dokter yg (yang) hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,
eks Kepala BGN Nanik S Deyang
Minta Maaf Baru Menjabat Sebulan Mundur
Masih dari unggahan yang sama, Nanik juga menyampaikan maaf kepada Presiden Prabowo karena harus mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru dijabatnya sejak 8 Juni lalu, alias baru sebulan lebih dikit.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," imbuh mantan orang nomor satu di BGN itu. (*)