Pendidikan

Peluang Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi COVID-19

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 20 Maret 2021
Peluang Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi COVID-19

Dapat membantu mereka yang terkenda dampak pandemi. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PINTEK bermitra dengan U.S International Development Finance Corporation (DFC) dan U.S Agency for International Development (USAID). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan jaminan bagi pendanaan terkait pendidikan tinggi maupun pendidikan vokasi. Semuanya bisa kamu dapatkan meskipun terkena dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.

Adanya kemitraan ini akan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan guna meningkatkan taraf hidup dan pekerjaan yang lebih baik.

"Kondisi pendidikan secara keseluruhan di masa pandemi COVID-19 mendorong institusi pendidikan mempersiapkan fasilitasnya untuk pembelajaran jarak jauh,” tutur Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek dalam rilis pers yang diterima merahputih.com.

Kolaborasi ketiganya ini bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam mencapai pembangunan, termasuk pada visi Presiden Joko Widodo mengembangkan sumber daya manusia. Namun, pandemi COVID-19 memberikan pengaruh besar bagi sektor pendidikan Indonesia.

Baca juga:

Pintek Mendapatkan Debt Facility untuk Dukung Ekosistem Pendidikan Indonesia

Peluang Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi COVID-19
Pintek membantu pinjaman biaya pendidikan. (Foto: Istimewa)

Ryan Washburn selaku USAID Indonesia Misison Diretor mengatakan krisis COVID-19 mengingatkan kita tidak kebal terhadap risiko dan konsekuensi terhadap guncangan mendadak.

“Kami percaya bahwa kolaborasi kami dengan Pintek dapat membantu rumah tangga maupun lembaga pendidikan dalam mengurangi risiko kerugian dan menjadikannya solusi bersama. Bersama, kita dapat memperkuat ekosistem pendidikan Indonesia secara keseluruhan, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi anak muda,” kata Ryan.

Di sisi lain, James Pola selaku Vice President of the Office of Development Credit DFC percaya dukungan terhadap finansial untuk lembaga pendidikan adalah fokus penting untuk keberhasilan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Baca juga:

Pintek Bantu UKM untuk Kebutuhan Pendidikan

Peluang Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi COVID-19
Kolaborasi Pintek demi menjamin pendanaan pendidikan. (Foto: Istimewa)

“Kemitraan kami dengan Pintek membuka kesempatan untuk akses pendidikan bagi anak, terutama bagi mereka yang orang tuanya terkena dampak ekonomi. Kami sangat senang melihat perusahaan pemberi pinjaman seperti Pintek dalam menciptakan solusi pembiayaan yang dapat mengatasai tantangan saat ini,” imbuh James.

Dengan dukungan DFC dan USAID, Pintek juga akan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dengan memberikan pinjaman pendidikan untuk semua kebutuhan ekosistem pendidikan. (and)

Baca juga:

Pintek Gandeng Marketplace INTI untuk Permodalan UKM SIPLah

#Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Pelaksanaan SPMB telah berlangsung mulai 15 Juni hingga 9 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Indonesia
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Kementerian urusan pendidikan ini menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Pungli mencederai pelaksanaan SPMB yang seharusnya berjalan bebas dari biaya.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Berita Foto
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Suasana penyerahan donasi berupa mejad dan kursi daur ulang kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Rahmah di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Indonesia
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
SPMB 2026/2027 disiapkan untuk memastikan setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Bagikan