Dana Transfer Daerah Dipangkas, Pemprov DKI Hanya Bisa Uji Coba 100 Sekolah Swasta Gratis Tahun Depan
Ilustrasi sekolah. (Foto: DPRD DKI Jakarta)
MerahPutih.com - Target Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba sekolah gratis di 258 sekolah pada 2026 harus sirna.
Pasalnya, Pemprov DKI dan DPRD DKI hanya bisa menyanggupi 100 sekolah dalam uji coba Program Sekolah Swasta Gratis di tahun depan.
Artinya, ada 158 sekolah yang dicoret dari target yang sempat disepakati eksekuti dan legislatif DKI.
Diketahui, ada 40 sekolah swasta mengikuti uji coba tahun ini, yang meliputi SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
Baca juga:
Disdik DKI Jakarta akan Tambah Ratusan Yayasan Pendidikan untuk Program Sekolah Swasta Gratis
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin menyebutkan, penyusutan jumlah tersebut merupakan dampak pengurangan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke Jakarta sekitar Rp 15 triliun.
"Alhamdulillah, sudah kita putuskan dan sudah kita tetapkan. Saya sudah mengetuk sebagai pimpinan menetapkan 100, besok nggak boleh lagi berkurang," kata Thamrin di Jakarta, Jumat (24/10).
Politikus PKS ini menyebutkan, dari jumlah sekolah yang masuk dalam Program Sekolah Swasta Gratis, kemudian membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 miliar.
Sedangkan untuk kepastian anggaran, Komisi E menunggu pengajuan anggaran oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI pada rapat Badan Anggaran mendatang.
Baca juga:
Bahasa Portugis Jadi Mata Pelajaran di Sekolah, Komisi X DPR Pertanyakan Manfaat di Kurikulum
Thamrin pun berharap, keputusan tersebut bisa menjadi langkah optimistis meningkatkan akses pendidikan berkualitas. Khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Harapan ini, warga Jakarta tetap senang, bahagia, dan bangga. Ini perjuangan yang luar biasa," pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026
Penumpang Keluhkan Bus Transjakarta Lama Datang, Pramono Janji Tambah Armada
Tragedi Siswa SD di NTT, Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Pemprov DKI dan Banten Teken MoU Pengembangan MRT Kembangan - Balaraja
TPA Cipeucang Overload, Pemprov DKI Bantu Banten Tangani Sampah Tangsel
Pramono Minta Satpol PP Tertibkan Spanduk dan Bendera Parpol di Jakarta