Pendidikan

Pintek Bantu UKM untuk Kebutuhan Pendidikan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 22 Januari 2021
Pintek Bantu UKM untuk Kebutuhan Pendidikan

Pintek menyediakan solusi keuangan. (Foto: Unsplash/The Climate Reality Project)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PINTEK kini melebarkan bisnis dengan menggandeng UKM/Vendor Sistem Informasi Pengadaan sekola (SIPLah) melalui Pintek Institutions. Pintek menyediakan solusi keuangan dan membantu perputaran bisnis UKM/Vendor SIPLah dalam mengoptimalkan penjualan hingga ke seluruh pelosok negeri.

SIPLah dibantu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengoordinir dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam pengadaan barang dan jasa. Sistem ini memfastilitasi UKM yang bergerak di bidang pendidikan untuk menyediakan kebutuhan seperti buku, seragam, barang elektronik, dan kebutuhan lainnya.

Melalui acara virtual bertajuk "Pintek Talk: Kiat Sukses Berjualan di SIPLah Dengan Solusi Keuangan Yang Tepat" turut mengundang PesonaEdu sebagai salah satu pasar daring SIPLah menjadi narasumber.

Baca juga:

Pintek Mendapatkan Debt Facility untuk Dukung Ekosistem Pendidikan Indonesia

Pintek Bantu UKM SIPLah untuk Kebutuhan Pendidikan
Pintek bergerak dalam bidang pendidikan. (Foto: Istimewa)


"Melalui acara ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan fasilitas kebutuhan pendidikan khususnya sarana prasarana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar kegiatan pengajaran tetap berlangsung," kata Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek.

“Kondisi pandemi yang dihadapi saat ini sangat berdampak pada perputaran cashflow para UKM dan penyedia kebutuhan sekolah. Menanggapi hal tersebut, Pintek melalui produknya, menyediakan solusi pembiayaan bagi UKM di seluruh Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan untuk mengoptimalkan permodalannya,” lanjutnya.

Salah satu vendor SIPLah yang sudah menggunakan produk Pintek Institutions untuk pengadaan adalah PT Pandu Raya Internusa.

Baca juga:

Pintek Gandeng Pusdatin Kemendikbud dan DUGI Dorong Literasi Digital

“Dengan adanya pinjaman modal usaha dari Pintek, sangat membantu saya sebagai vendor untuk pengadaan kebutuhan sekolah khususnya dalam jumlah besar,” tutur Ruri Gunar selaku Marketing Manager PT Pandu Raya Internusa.

Menurut Ruri, Tim Pintek juga komunikatif dalam kerja sama sesuai kondisi dan kebutuhan vendor. Pinjaman modal usaha dari Pintek ini sangat solutif bagi perluasan skala bisnis khususnya vendor SIPLah.

Acara virtual Pintek dengan SIPLah. (Foto: Istimewa)

Penyalurannya pun dapat ke seluruh Indonesia dengan nilai pinjaman yang bisa disesuaikan kebutuhan tiap-tiap vendornya.

“Menurut kami, 2021 kebutuhan akan pendidikan akan semakin meningkat. Kami telah mempersiapkan diri dengan mendukung seluruh ekosistem pendidikan dengan menyediakan alternatif pembiayaan, termasuk pembiayaan untuk kebutuhan UKM/Vendor SIPLah,” tutup Tommy. (and)

Baca juga:

Pintek Instant Tawarkan Solusi Dana Pendidikan

#Pendidikan #UKM/UMKM
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Pelaksanaan SPMB telah berlangsung mulai 15 Juni hingga 9 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Indonesia
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Kementerian urusan pendidikan ini menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Pungli mencederai pelaksanaan SPMB yang seharusnya berjalan bebas dari biaya.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Berita Foto
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Suasana penyerahan donasi berupa mejad dan kursi daur ulang kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Rahmah di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Indonesia
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
SPMB 2026/2027 disiapkan untuk memastikan setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Bagikan