Relasi

Ini 5 Pertanda Saatnya Kamu 'Resign' dari Tempat Kerja

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Februari 2019
Ini 5 Pertanda Saatnya Kamu 'Resign' dari Tempat Kerja

Tidak usah takut untuk resign dari kantor (Foto: Pixabay/Caio_triana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika dihitung, hampir setiap orang paling banyak menghabiskan waktu di tempat kerja.

Makanya, lingkungan, suasana, dan rekan kerja sangat menentukan seseorang untuk menetap atau keluar dari tempat kerja mereka.

Seseorang pasti akan betah jika memiliki tempat kerja yang diinginkan, seperti lingkungan yang menyenangkan, suasana yang nyaman serta rekan-rekan yang saling mendukung satu sama lain.

Nah, kalau kamu mengalami lima hal di bawah ini, berarti kamu harus mencari pekerjaan lain dan mulai memikirkan untuk resign, nih!

1. Bosan dengan suasana Kantor

Saatnya Resign dari Kantor
Bosan itu wajar, tapi kalau terus menerus jadi penyakit. (Foto: pixabay/MasimbaTinasheMadondo)


Kalau kamu sudah bertahun-tahun lamanya kerja di tempat yang sama dengan posisi yang sama, pastinya ada perasaan bosan melanda. Kalau kamu mulai tidak nyaman dengan suasana kantor, merasa jenuh dan tidak bisa menikmati serta tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Itu tandanya kamu harus mulai mencari pekerjaan yang lain yang bisa membuat kamu kembali bersemangat daripada menyiksa diri sendiri.



2. Karyawan yang suka bergosip satu sama lain

Saatnya Resign dari Kantor
Bergosip tandanya tidak dewasa (Foto: Pixabay/Baruska)


Ini pasti pernah dirasakan oleh semua orang nih, ada saja orang di kantor yang senang bergosip dan membicarakan orang lain. Kalau satu atau dua orang mungkin masih bisa di tolerir, tapi jika seluruh karyawan senang bergosip dan suka menyalahkan satu sama lain itu artinya tidak ada tenggang rasa dan tidak dewasa dalam menghadapi masalah. Kalau di tempat kerja kamu mengalami atau merasakan hal seperti ini, sudah saatnya kamu cari pekerjaan lain!

3. Kerja lembur tiada henti

Pertanda Harus Resign dari Kantor
Jangan lupa luangkan waktu dengan keluarga dan teman (Foto: FinancesOnline.com)


Kerja lembur memang pasti dialami apalagi jika sedang mengurus proyek besar. Tapi, jika seluruh karyawan mengalami kerja lembur terus menerus hingga kamu tidak punya waktu untuk keluarga serta kerabat dekat, sudah saatnya kamu curiga dengan tempat kerjamu.

Suatu perusahaan seharusnya memikirkan kesejahteraan karyawan dengan tidak memperkerjakan karyawan dengan jam kerja yang berlebihan. Kalau kamu sudah mengalami hal seperti ini, coba saja cari pekerjaan lain. Ada banyak perusahaan atau kantor yang mungkin membutuhkan orang seperti kamu, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman kamu.

4. Tidak memberikan jaminan masa depan

Pertanda Kamu Harus Resign dari Kantor
Resign kalau memang harus daripada menyiksa diri sendiri (Foto: Pixabay/lukasbieri)


Kamu sudah bekerja di tempat kerja tersebut bertahun-tahun lamanya, tapi tidak memberikan posisi yang pasti untuk kamu. Karir kamu berada di posisi yang sama terus bertahun-tahun, perusahaan tempat kamu bekerja tidak maju-maju.

Dan yang terpenting kamu juga merasa tidak bertumbuh dan berkembang, padahal kamu sudah menghabiskan hampir seluruh waktumu di tempat kerja. Nah, ini sudah waktunya kamu memikirkan untuk resign dari tempat kerja.

5. Banyak orang yang keluar masuk perusahaan

Pertanda untuk Resign dari Kantor
Cari suasana kerja yang nyaman buat kamu (Foto: Pixabay/kaboompics)


Jika di tempat kerja banyak orang yang hanya bekerja selama beberapa bulan saja dan keluar, berarti ada yang salah dengan tempat kerjamu. Suasana serta lingkungan kerja yang baik pasti akan membuat karyawan betah untuk bekerja di sana, tapi kalau banyak yang keluar masuk kamu patut curiga. Apalagi tidak mudah lo, merekrut karyawan yang sesuai dengan kualifikasi. Terlebih lagi, mempertahankan karyawan bahkan lebih sulit. (ver)

#Pekerjaan #Berhenti Kerja #Dunia Kerja #Stres Kerja #Rekan Kerja
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Indonesia
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Pendiri LSI, Denny JA mengatakan, bahwa Indonesia sedang menyaksikan kemunculan kelas sosial baru, yaitu Digitally Vulnerable Class (DVC).
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Indonesia
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
PHK 2026 kini sudah menembus 23.470 orang. Komisi IX DPR pun mendesak hak pekerja segera dipenuhi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Jumlah pengangguran di Jakarta kini mencapai 333 ribu orang. Lulusan SMA/SMK paling terdampak.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Indonesia
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Jakarta Fair Kemayoran 2026 membuka lowongan kerja part time. Ada 20 posisi yang dibuka untuk event tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Indonesia
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Program MBG telah memperkuat ekonomi rakyat. Kini, MBG sudah menyerap sebanyak 1,18 juta tenaga kerja di Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Indonesia
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Penentuan hari pelaksanaan WFH tidak diatur secara baku oleh pemerintah karena kebijakan tersebut bersifat imbauan sehingga fleksibilitas menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Indonesia
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Adapun ketentuan dalam SE WFH tersebut meliputi upah atau gaji dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai ketentuan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Indonesia
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Kelompok yang sebelumnya yakin untuk pensiun jadi memilih untuk tidak pensiun karena melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Bagikan