Kesehatan

Apakah Kamu Alami Depresi atau Hanya Lelah? Berikut Perbedaanya

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Rabu, 01 April 2020
Apakah Kamu Alami Depresi atau Hanya Lelah? Berikut Perbedaanya

Beda depresi dan lelah (Sumber: Unspalash/Anthony Tran)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INSOMNIA banyak dialami oleh orang dewasa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menunjukkan bahwa satu dari tiga orang dewasa tidak cukup tidur. Mereka yang tidur kurang dari tujuh jam cenderung memiliki masalah pada kesehatannya termasuk kesehatan mental. Permasalahan mental yang bisa dialami misalnya depresi.

Beberapa gejala depresi yang mudah dideteksi ialah gangguan konsentrasi, kehilangan energi dan motivasi, mudah marah, hingga memiliki masalah pada pola tidurnya. Mulai dari kurang tidur hingga terlalu banyak tidur.

Baca juga:

Awas! Depresi Bisa Bikin Ukuran Otak Menyusut

Ketika mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang acapkali mendiagnosa dirinya sendiri mengalami depresi tanpa menemui tenaga profesional untuk mencari tahu lebih lanjut. Jangan salah! Ternyata gejala depresi mirip dengan gejala kelelahan karena kurang tidur.

Depresi
Beda depresi dan kurang tidur (Sumber: Independent)

Bagaimana caranya membedakan antara depresi dan kelelahan?

Seorang psikiater dan pakar tidur, Alex Dimitriu menjelaskan perbedaan antara kurang tidur dan depresi. Gejala utama kurang tidur yang tampak jelas adalah kantuk di siang hari. Sementara tanda-tanda dan gejala lain yang timbul misalnya nafsu makan meningkat, kelelahan, pelupa, penurunan libido, dan perubahan suasana hati.

Tidur
Kurang tidur (Sumber: Pixabay)

Baca juga:

Ingin Segera Terlepas dari Depresi? Mulailah Berolahraga

Sementara gejala depresi yakni insomnia, penurunan konsentrasi, kekurangan energi, perasaan putus asa atau bersalah, hingga pikiran untuk bunuh diri. "Garis antara depresi dan kurang tiur bisa kabur tergantung pada apa yang kamu rasakan dan alami," ujar Dimitriu.

Depresi
Depresi atau lelah? (Sumber: Kyle Broad)

Sebagai seorang psikiater, ia sering menanyakan akar masalah yang dialami oleh kliennya. Pertanyaan yang sering diajukan misalnya apakah pasiennya memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu tetapi kurang energi. "Orang yang depresi cenderung mengatakan bahwa mereka tidak peduli untuk melakukan berbagai kegiatan bahkan kegiatan yang menyenangkan sementara orang lelah seringkali masih memiliki minat untuk melakukan sesuatu," urainya.

Depresi condong pada rendahnya motivasi seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari bahkan untuk yang sederhana seperti makan malam bersama teman-teman atau pergi ke pusat kebugaran. Sementara kurang tidur hanya memengaruhi tingkat energi atau kemampuan fisik untuk melakukan hal-hal tersebut. (avia)

Baca juga:

Mengalami Depresi? 5 Cara ini Bisa Membantumu Kembali Bangkit

#Depresi #Depresi Ringan #Insomnia
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Lifestyle
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan depresi yang resistan terhadap pengobatan atau treatment resistant depression atau (TRD).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Juli 2025
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Lifestyle
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Apabila depresi tidak ditangani dengan baik, dr. Adhi memperingatkan bahwa hal tersebut dapat berujung pada depresi resisten pengobatan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 Juli 2025
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Olahraga
Antony Ngaku Depresi di Manchester United, Mengurung Diri hingga Tidak Makan Berhari-hari
Antony mengaku dirinya depresi saat masih bermain di Manchester United. Ia mengatakan tak makan selama berhari-hari.
Soffi Amira - Selasa, 27 Mei 2025
Antony Ngaku Depresi di Manchester United, Mengurung Diri hingga Tidak Makan Berhari-hari
Lifestyle
5 Cara Mengatasi Insomnia secara Alami dan Cepat
Cara mengatasi insomnia secara alami dan cepat bisa dilakukan dengan mudah. Salah satunya adalah melakukan relaksasi sebelum tidur.
Soffi Amira - Jumat, 27 September 2024
5 Cara Mengatasi Insomnia secara Alami dan Cepat
Lifestyle
Pentingnya Memahami Depresi untuk Menyelamatkan Nyawa
Stigma dan kesadaran yang rendah menghambat akses pasien terhadap pengobatan.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 September 2024
Pentingnya Memahami Depresi untuk Menyelamatkan Nyawa
Lifestyle
Faktor-Faktor Ini Bisa Picu Depresi
Terkadang banyak yang mengelak, padahal sudah mengganggu pola hidup, misalnya, jadi sulit makan, sulit tidur
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juli 2024
Faktor-Faktor Ini Bisa Picu Depresi
Fun
Konsumsi Banyak Buah Bantu Tangkal Depresi di Masa Tua
Studi baru menemukan konsumsi banyak buah bantu menangkal gejala depresi di masa tua.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juli 2024
Konsumsi Banyak Buah Bantu Tangkal Depresi di Masa Tua
Bagikan