MerahPutih Wisata - Candi Abang merupakan salah satu candi peninggalan zaman Hindu. Candi ini berada di Dusun Sentonorejo, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta. Posisinya berada di bukit tertinggi di Berbah.
Di kawasan ini banyak simbol-simbol peninggalan umat Hindu. Di antaranya Yoni berbentuk segi delapan. Konon, Yoni ini menjadi bagian ritual umat Hindu.
Candi Abang masih terbilang sepi pengunjung. Tidak seperti Candi Prambanan atau pun candi yang berada di tepi jalan, yakni Candi Kalasan. Struktur utama bangunan candi sudah tidak utuh. Hanya saja, benteng candi dan fitur-fitur candi utama di sekitarnya masih tampak jelas. Bila dipandang dari salah satu sisi, dapat dibayangkan bagaimana kemegahan dahulu kala candi ini.
Dua keunggulan Candi Abang ialah beragamnya mitos dan keelokan pemandangan. Mitos yang berkembang di warga sekitar candi ialah ihwal keberadaan penjaga candi. Warga menyebutnya Kyai Jagal. Tak ada yang bisa memastikan secara jelas seperti apa wujud Kyai Jagal. Hanya saja, warga meyakini, Kyai Jagal merupakan sosok penjaga keutuhan candi agar tetap terjaga.
Bagi Anda yang penasaran dengan sosok Kyai Jagal, mungkin dapat menelusuri tiap-tiap lorong dan sisi candi. Udaranya yang semilir mendinginkan kulit akan menambah rasa penasaran mengungkap misteri Kyai Jagal.
Salah satu sisi yang patut diperhatikan ialah sumur tua di tengah-tengah candi. Konon, ada yang menyatakan bahwa Kyai Jagal kerap berada di sumur tersebut. Posisi sumur yang berada di tengah-tengah Candi Abang membuat Kyai Jagal mudah memantau seluruh kawasan.
Di salah satu sisi tepi candi terdapat batu berupa kodok. Ada pula cerita yang berkembang bahwa batu tersebut merupakan tempat duduk para penunggu. Bahkan, ada yang menyatakan, mungkin di sanalah Kyai Jagal duduk.
Wisata Malam Candi Abang
Untuk lebih menikmati wisata misteri ini, patut dicoba menelusuri seluruh sisi Candi Abang pada malam hari. Hanya saja, di kawasan ini tidak terdapat penginapan. Rumah warga menjadi pilihan alternatif bagi pengunjung Candi Abang yang ingin menikmati suasana malam. Dengan kisaran tarif Rp50.000 hingga Rp100.000 per malam, pengunjung bisa bermakam sekaligus menikmati hidangan.
Daya tarik yang membuat pengunjung di candi ini untuk bermalam ialah keelokan alamnya. Posisinya yang berada di bukit dapat menyajikan keindahan matahari terbit maupun terbenam. Di hamparan, dari pemandangan bukitnya, hamparan sawah dan perumahan warga begitu eloknya dipandang.
Suhu udaranya tidak begitu panas. Tidak pula dingin. Dapat dikatakan sejuk. Di segala sisi sekira 100 meter dari candi, masih banyak pohon-pohon nan asri. Tak salah bila ingin menenangkan pikiran dan mencari kesejukan dengan suasana candi menjadikan Candi Abang sebagai pilihan utama.
Bila ingin menuju Candi Abang, transportasi umum Transjogja hanya sampai shelter Candi Prambanan. Selanjutnya, dari shelter tersebut gunakan jasa ojek. Dari shelter Prambanan menuju Candi Abang hanya sekira 10 menit.
Namun, bila menggunakan angkutan pribadi, carilah lokasi Candi Prambanan. Dari sini, cari Jalan Yogyakarta-Piyungan. Tepatnya di kilometer 8, sebuah pelang penunjuk "Kawasan Cagar Budaya Candi Abang" menjadi tanda bahwa sekitar 2 kilometer lagi akan menemukan Candi Abang. (fre)
BACA JUGA:

