YouTube Minta FTC Beri Kejelasan Tentang Aturan Privasi Anak-Anak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 12 Desember 2019
YouTube Minta FTC Beri Kejelasan Tentang Aturan Privasi Anak-Anak

YouTube minta kejelasan tentang aturan privasi anak(Foto: pixabay/tymonoziemblewski)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA beberapa minggu mendatang, YouTube akan meluncurkan sebuah sistem baru untuk membeli label koten anak-anak, usai mencapai kesepakatan dengan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC).

Namun saat perubahan semakin dekat, YouTube menuntut pedoman yang lebih jelas dari regulator yang bertugas menegakan aturan baru, yang bisa memberikan konsekuensi lebih jauh untuk pihak platform.

Baca Juga:

Instagram Berencana Hapus 'Like', Siapa yang Diuntungkan?

"Banyak kreator telah menyatakan tentang keprihatinan tentang kompleksitas COPPA (UUD Perlindungan Privasi Daring Anak-anak, kami percaya perlu ada kejelasan lebih lanjut tentang kapan konten harus dianggap bisa atau tidaknya untuk anak-anak" tulis YouTube pada FTC, seperti yang dilansir dari laman The Verge.

YouTube prihatin belum adanya kejelasan tentang aturan privasi anak-anak (Foto: pixabay/louidmilakot)

Para pembuat konten pun juga menuliskan pada FTC, karena kekhawatiran perubahan dan panduan yang tidak jelas bisa menghancurkan channel mereka.

"Ini adalah impian saya agar channel saya terkenal, tapi hukummu bisa membuat mimpi ini menjadi mustahil" ucap salah satu kreator pada FTC.

Sebelumnya, pada bulan September, FTC mengumumkan jika mereka telah menuntut penyelesaian USD$170 juta dengan YouTube atas dugaan penyalahgunaan dan pengumpulan data anak-anak. Yang merupakan sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-Anak (COPPA).

Baca Juga:

Pencipta Instagram Sudah Tak Main Instagram Lagi?

Sebagai bagian dari kesepakatan, YouTube dipaksa untuk membuat sistem baru bagi pembuat konten yang fokus pada konten anak-anak, untuk memberi label video mereka.

Jika dikhususkan untuk anak-anak, kreator tersebut akan kehilangan kemampuan untuk meraih ads yang menargetkan para pengguna individu berdasarkan yang mereka lihat dan di browser history mereka.

Channel tersebut masih bisa menjalankan iklan 'Kontekstual' berdasarkan koten video, tetapi si pembuat konten akan mengalami penurunan pendapatan yang besar.

Terkait kontek anak-anak sendiri, FTC, regulator yang bertanggung jawab untuk mendefinisikannya, belum cukup memutuskan.

Dimana dalam panduan untuk pembuat konten yang dikeluarkan bulan lalu, FTC mengatakan "Tidak ada jawaban sebuah ukuran untuk semua yang membuat situs diarahkan ke anak-anak, tetapi jika subjek video, bahasa atau musik bisa menarik bagi anak-anak, itu akan dikenakan pelanggaran COPPA dan pembuat konten akan dikenakan denda USD$40.000 per video yang dilanggar.

Para konten kreator khawatir jika aturan yang tak jelas akan mempengaruhi mata pencaharian mereka (Foto: pixabay/kreatikar)

Pedoman tersebut tak jekas dan meninggalkan pertanyaan yang sulit dijawab. Dimana para kreator kehawatir akan mempengaruhi mata pencaharian mereka, atau menakut-nakuti anak-anak dari YouTube sepenuhnya.

Untuk alasan ini, FTC memutuskan meminta komentar publik tentang pemberlakuan COPPA. Ini merupakan standar bagi agensi untuk melakukan peninjauan setiap sepuluh tahun, tetapi memutuskan untuk membuka satu hingga tiga tahun sebelumnya usai kesepakatan dengan YouTube dan pertanyaan seputar kesepakatan.

Pada komentar yang diajukan dengan FTC, YouTube mengajukan argumen yang diajukan oleh para kreator, jika pengguna dewasa pun terlibat dengan video yang secara tradisional bisa dianggap 'diarahkan anak-anak' seperti membuat video dan konten yang berofkus pada mengumpulkan mainan jadul.

"Ini tak sesuai dengan yang kami lihat di YouTube, di mana orang dewasa menonton kartun favorit masa kecilnya, atau guru mencari konten untuk dibagikan pada siswa mereka" Tulis YouTube.

"Terkadang konten yang tak menargetkan anak-anak, secara sengaja bisa melibatkan aktivitas anak tradisional, seperti DIY, permainan dan seni. Apakah video itu dibuat untuk anak-anak? bahkan jika mereka tak bermaksud menargetkan anak anak? kurangnya kejelasan ini membuat ketidakpastian bagi para konten kreator" tambah YouTube. (Ryn)

Baca Juga:

Fitur Mirip 'Instagram Close Friends' Akan Hadir di Facebook?

#Youtuber #YouTube
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mobil McLaren YouTuber Andra ST dan Robby Pantjaro Terbelah usai Kecelakaan di Sukoharjo
Mobil McLaren yang ditumpangi YouTuber Andra ST dan Robby Pantjaro mengalami kecelakaan tunggal di Sukoharjo hingga terbelah dua. Polisi ungkap kronologinya,
Ananda Dimas Prasetya - 6 menit lalu
Mobil McLaren YouTuber Andra ST dan Robby Pantjaro Terbelah usai Kecelakaan di Sukoharjo
Indonesia
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
YouTube Indonesia resmi patuhi aturan pemerintah dengan batas usia minimum 16 tahun dan penghapusan iklan untuk anak dan remaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Dunia
YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara, Bikin Ulah dan Berlaku Kasar di Korea Selatan
Somali memicu kemarahan publik luas akibat perilakunya yang provokatif dan merendahkan.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara, Bikin Ulah dan Berlaku Kasar di Korea Selatan
Indonesia
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Pemerintah Indonesia menjatuhkan rapor merah dan sanksi kepada Google sebagai pemilik YouTube karena dinilai tidak menunjukkan iktikad untuk batas usia minimal pengakses 16 tahun yang diatur dalam PP Tunas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Tekno
YouTuber Dubai Pamer Beli Samsung Galaxy S26 Ultra, Harganya Tembus Rp 55 Juta!
YouTuber asal Dubai, Sahil Karoul, membeli Samsung Galaxy S26 Ultra dengan harga Rp 55,5 juta. Harga tersebut juga belum resmi ketika diluncurkan.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
YouTuber Dubai Pamer Beli Samsung Galaxy S26 Ultra, Harganya Tembus Rp 55 Juta!
Indonesia
YouTube Sempat Down Pagi ini, Sekarang Bisa Diakses Kembali
Saat membuka aplikasi YouTube di ponsel Android maupun iOS, halaman beranda (Home) tampak kosong dan tidak menampilkan daftar rekomendasi.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
YouTube Sempat Down Pagi ini, Sekarang Bisa Diakses Kembali
Indonesia
DJ Donny Dikirim Bangkai Ayam Hitam Disertai Ancaman, Diminta Berhenti Bersuara
Ancaman ini menyebutkan bahwa jika DJ Donny terus bersuara, ia akan bernasib seperti bangkai ayam yang dikirimkan kepadanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
DJ Donny Dikirim Bangkai Ayam Hitam Disertai Ancaman, Diminta Berhenti Bersuara
Indonesia
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Resbob akhirnya ditangkap Polda Jabar, Senin (15/12). Sebelum ditangkap, ia sempat kabur dan pindah-pindah tempat.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Indonesia
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Komisi I DPR RI menanggapi kasus YouTuber Resbobs, yang menghina suku Sunda. Ia meminta pelaku ujaran kebencian ditindak tegas.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Bagikan