MerahPutih.com - Seorang YouTuber teknologi di Dubai telah melewati proses menunggu yang cukup luar bisa, karena mendapatkan Samsung Galaxy S26 Ultra sebelum resmi diluncurkan.
Kreator asal Dubai, Sahil Karoul menyebutkan, bahwa ia membeli HP tersebut dari toko ritel lokal di pasar elektronik utama kota itu.
Ini bukan hal yang sering terlihat, tetapi berkat keberuntungan YouTuber tersebut. Jadi, ia sekarang dapat membagikan video Samsung Galaxy S26 Ultra yang asli sebelum dimiliki orang lain.
Baca juga:
Samsung Galaxy S26 Ultra Bawa Fitur Privacy Display, Layar Lebih Aman dari Pandangan Orang Lain
Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Dibanderol Rp 55,5 Juta di Dubai
Kejutan terbesar dari HP ini mungkin adalah harganya. Karoul mengklaim, bahwa dia membayar 3.300 dolar AS (Rp 55,5 juta) untuk perangkat tersebut. Namun, Galaxy S26 Ultra tidak akan semahal itu jika diluncurkan secara resmi.
Menurut perkiraan, HP tersebut bisa dijual sekitar 1.299 dolar AS (Rp 21,8 juta) untuk model dasar 256GB. Membayar lebih dari dua kali lipat harga ritel yang dirumorkan, kemungkinan hanyalah biaya untuk menjadi yang pertama.
Melalui video-videonya, HP tersebut terlihat siap produksi dan bukan seperti prototipe. Karoul menempatkannya bersama perangkat kelas atas lainnya, termasuk Samsung Galaxy S25 Ultra, Vivo X300, OPPO Find X9 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.
Karoul juga menjalankan serangkaian tes benchmark pada perangkat tersebut. Sementara di AnTuTu, HP tersebut dilaporkan mencetak 3.720.219 poin.
Baca juga:
Belum Meluncur, Samsung Galaxy S26 Ultra Palsu Dijual Rp 1,2 Juta di Pasaran
Sedangkan di Geekbench, HP tersebut mencetak skor 3.648 pada tes single-core dan 10.898 dalam tes multi-core.
Sementara itu, 3DMark Wild Life Extreme Stress Test menunjukkan skor loop terbaik 6.849 dengan stabilitas 53,2 persen. Seperti biasa, hasil benchmark awal harus ditanggapi dengan hati-hati, terutama karena perangkat lunak mungkin belum final.
YouTuber tersebut juga mendemonstrasikan fitur Samsung Galaxy S26 Ultra yang paling banyak dibicarakan, yaitu Privacy Display dalam demo langsung.
Sesuai klaim Samsung, fitur tersebut menggeser sudut pandang dari samping untuk mencegah siapa pun di dekatnya mengintip layar.
Saat ini, Samsung belum memberikan komentar publik mengenai situasi ini. Detail resmi kemungkinan akan diumumkan pada acara Galaxy Unpacked pada 25 Februari 2026. (sof)