Yenny Wahid Sindir Kelompok yang Gunakan Cara Jalanan untuk Selesaikan Masalah Pemilu

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 16 Mei 2019
Yenny Wahid Sindir Kelompok yang Gunakan Cara Jalanan untuk Selesaikan Masalah Pemilu

Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menilai aksi pengerahan massa sejumlah pihak untuk menyikapi hasil Pemilu 2019 akan merugikan rakyat.

"Kalau pengerahan massa, yang terjadi adalah saling baku pengerahan massa, kalau sudah begitu pasti akan ada konflik di lapangan. Nanti malah rakyat yang tidak berdosa menjadi korban karena diprovokasi oleh para elit-elitnya," kata Yenny di kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/5).

Menurutnya, bila menganggap terjadi kecurangan dalam proses Pilpres 2019 agar dibawa ke lembaga yang berwenang, seperti Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) maupun Mahkamah Konstitusi (MK)

"Jadi kalau menuduh ada kecurangan bawa ke mekanisme yang disepakati, mekanismenya pun sudah disepakati semua partai. Jadi lebih baik dibawa ke sana," ujarnya.

Yenny Wahid dalam acara Silaturahmi Nasional Konsorsium kader Gus Dur di Rumah Pergerakan Gus Dur, di kawasan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (26/9) (MP/Ponco)

Yenny mengakui, pasca pencoblosan 17 April lalu, masyarakat terpolarisasi menjadi dua bagian dan terasa makin meruncing. “Saya minta kepada elit politik jangan selesaikan pemilu dengan cara jalanan. Jangan sampai nanti ada pengerahan massa pro dan kontra. Rakyat jangan diadu. Kasihan rakyat,” ujar putri ketiga Gus Dur ini.

Lebih lanjut, Yenny memaparkan, KPU akan menetapkan pemenang Pilpres pada 22 Mei dan apapun keputusannya harus dihormatin.

Bila ada rasa kecewa saat pengumuman nanti, Yenny menilai, itu wajar dalam demokrasi dan bisa diselesaikan dengan mekanisme konstitusional.

“Pun ada yang kecewa tetap harus dilakukan sesuai konstitusi, melakui mekanisme hukum. Kan (mekanisme pemilu), baik partai kubu Pak Prabowo dan Pak Jokowi juga sudah sepakat (patuh) jauh sebelum pemilu dimulai,” pungkasnya. (Knu)

#Yenny Wahid #Pemilu 2019 #Komisi Pemilihan Umum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Skill Dewa Atlet Panjat Tebing Indonesia Bikin Negara Tetangga Ngiler Ingin Naturalisasi
Yenny mensyukuri loyalitas para atlet yang hingga kini masih memilih bertahan membela Merah Putih
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Januari 2026
Skill Dewa Atlet Panjat Tebing Indonesia Bikin Negara Tetangga Ngiler Ingin Naturalisasi
Indonesia
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
KPU juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memvalidasi pemilih di mancanegara menggunakan Nomor Induk Kependudukan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Indonesia
Yenny Wahid Tidak Bisa Menerima jika Ditawari Jabatan Komisaris BUMD DKI
"Nggak bisa. Karena komisaris bank itu ada pembatasan. Jadi ya sudah jelas," kata putri Gus Dur itu.
Frengky Aruan - Jumat, 22 Agustus 2025
Yenny Wahid Tidak Bisa Menerima jika Ditawari Jabatan Komisaris BUMD DKI
Indonesia
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Afifuddin mengaku telah membatasi jumlah pemilih di setiap TPS untuk meminimalkan korban
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Juni 2025
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Indonesia
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Idealnya, ada jeda waktu antara satu setengah hingga dua tahun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Mei 2025
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Indonesia
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Baik dari sisi hukum dan teknis penyelenggaraan, serta konsekuensi anggarannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Februari 2025
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Indonesia
Anak Gus Dur Tegaskan Muktamar Luar Biasa Hanya akan Memecah Belah NU
Yenny berharap siapapun yang mendalangi wacana dan gerakan MLB NU mengurungkan niatnya
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Desember 2024
Anak Gus Dur Tegaskan Muktamar Luar Biasa Hanya akan Memecah Belah NU
Indonesia
Respons Putri Gus Dur Saat Tahu Ayahnya Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Generasi-generasi ke depannya belajar
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Desember 2024
Respons Putri Gus Dur Saat Tahu Ayahnya Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
Syarat pilkada ulang digelar bila calon tunggal tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 September 2024
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
Indonesia
Cak Imin Buka Pintu Dialog Dengan Yenny Wahid dan PBNU
Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan sowan ke sejumlah kiai menjelang pelaksanaan muktamar pada 24-25 Agustus 2024 di Bali.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Agustus 2024
Cak Imin Buka Pintu Dialog Dengan Yenny Wahid dan PBNU
Bagikan