Wow! Tiga Remaja Madiun Ini Dapat Hadiah Tahun Baru dari Jokowi Menginap di Istana

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 01 Januari 2018
 Wow! Tiga Remaja Madiun Ini Dapat Hadiah Tahun Baru dari Jokowi Menginap di Istana

Tiga remaja asal Madiun yang mendapat hadiah tahun baru di Presiden Jokowi menginap di Istana Kepresidenan Yogyakarta. (Ist: Setpres for MerahPutih.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPututih.com - Bukan Presiden Joko Widodo namanya jika tak suka turun ke bawah dan membiarkan masyarakat mendekatinya lalu meminta foto bersama. Bahkan di tahun baru 2018 ini, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu memberikan hadiah tiga remaja perempuan asal Madiun, Jawa Timur menginap di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Cerita itu bermula saat Jokowi meminta kepada Ajudan Kolonel Pnb Mohammad Nurdin agar masyarakat yang berada di depan Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta diundang untuk santap malam. Tak hanya itu, warga yang menjadi undangan pun dapat berfoto bersama. “Undangnya untuk 70 orang. Makan malam di sini (Istana Kepresidenan Yogyakarta),” ucap Presiden.

Tentu saja masyarakat di Yogyakarta sangat antusias. Tidak kurang dari 250 orang yang hadir di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Bunga dan dua temannya, Arin dan Hafsah termasuk undangan Presiden yang hadir malam itu.

Mereka adalah remaja perempuan yang berasal dari Madiun. Pergi ke Yogyakarta hanya bermodalkan ongkos Rp 150 ribu per orang. Kehadiran mereka di Yogyakarta sebenarnya hanya untuk liburan menjelang tahun baru.

“Enggak tahu kalau ada (Presiden Jokowi). Tahunya pas nanya orang ternyata ada Pak Jokowi dan kita bisa minta foto bersama. Kita lalu antre sabar. Sampai desak-desakan dan diinjak kakinya,” ucap Arin.

Tiga remaja asal Madiun saat berfoto bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Minggu (31/12). (Ist: Setpres for MerahPutih.com)

Saat ditanya bagaimana perasaannya bisa berfoto bersama Presiden. “Senang, deg-degan, rasanya enggak percaya, kayak mimpi,” ucap Bunga yang masih duduk di bangku kelas 12 di Madiun.

Tak hanya berfoto bersama dengan Presiden, ketiga remaja ini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan cita-citanya. “Minta doa. Biar bisa masuk UGM (Universitas Gadjah Mada),” kata Bunga.

Mereka mengatakan alasan memilih UGM karena Presiden berasal dari universitas tersebut. Saat ditanya respons Presiden mengenai cita-cita mereka. “Amin... amin kata Pak Jokowi,” kata Arin.

Dalam santap malam tersebut, mereka menikmati sate ayam dan teh hangat. Tak lupa, ketiga gadis itu juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Jokowi. “Semoga makin maju, makin jaya, program kerja terlaksana dengan baik,” ucap mereka.

Setelah dari Gedung Agung ketiga gadis asal Madiun ini kemudian berkeliling hingga pergantian tahun dan berencana pulang ke Madiun Senin, 1 Januari 2018. Mereka juga mengaku akan tidur dimana pun. “Ya dimana saja. Masjid bisa, yang penting nanti istirahat,” ucap Hafsah ketika ditanya akan menginap dimana.

Ketika Presiden Joko Widodo dilaporkan terkait kisah ketiga gadis Madiun ini, ia langsung memerintahkan Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Saifulah agar mereka menginap di Istana.“Hubungi mereka dan siapkan kamar untuk mereka menginap,” ucap Presiden.

Akhirnya tengah malam, Senin 1 Januari 2018 pukul 00.30 WIB, mereka bertiga diminta kembali ke Gedung Agung setelah dihubungi melalui telepon. Sebenarnya mereka tidak tahu, untuk apa kembali ke Gedung Agung. “Saat diminta identitas di ruang piket, kok mengisi keperluan menginap,” ucap Arin.

Setelah ditunjukkan kamarnya di kamar 004, Wisma Negara, mereka pun masih belum percaya. “Kewel (bergetar),” ucap Hafsah.

Arin, siswa SMA Negeri 5 Madiun adalah anak pengemudi becak dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sementara Bunga, siswa SMA Negeri 6 Madiun, ibunya telah tiada dan ayahnya bekerja sebagai montir. Hafsah, siswa SMK Negeri 3 Madiun, ayahnya di Cirebon berjualan batu alam dan ibunya adalah ibu rumah tangga. (bey)

#Jokowi #Joko Widodo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Bagikan