Wow, Anies 'Minta Duit' ke Jokowi Rp571 Triliun

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 20 Maret 2019
Wow, Anies 'Minta Duit' ke Jokowi Rp571 Triliun

Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Pelican Crossing di dekat Bunderan Hotel Indonesia (HI), bebera waktu lalu. Foto: MP/Asropih 22 shares Share

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menginginkan semua rel Kereta Rel Listrik (KRL) yang ada dibuat jalur khusus di atas jalan agar tidak memicu kemacetan di Ibu Kota.

"Lalu KRL yang ada di bawah akan dinaikkan memutar dengan rute sepanjang 27 km. Kalau sudah dinaikkan, maka tiap rangkaian KRL bisa jaraknya antara tiga hingga lima menit. Karena kereta tidak mengganggu lalu lintas," ujar Anies di Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

Anies mengaku telah mengajukan proposal proyek pembangunan infrastruktur transportasi publik senilai Rp571 triliun kepada Presiden RI Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (19/3) Kemarin

Menurut Anies, anggaran Rp 571 triliun untuk membangun Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Light Rail Transit (LRT) Jakarta, dan KRL yang menghubungkan seluruh kawasan Jabodetabek.

"Ini adalah anggaran pembangunannya. Jadi, misalnya kita akan membangun MRT yang sekarang baru 16 kilometer (km), kita akan diperpanjang, dibangun menjadi 231 km. Untuk LRT yang sekarang baru 5,8 km akan menjadi 120 km," jelasnya.

MRT DKI Jakarta dapat dioperasikan manual maupun otomatis.(Foto MP/Ikhsan Digdo)

Gubernur menjelaskan proposal proyek pembangunan infrastruktur transportasi publik tidak sekadar membangun yang baru, tetapi juga mengoreksi masalah yang selama ini terjadi di Jakarta dan kerap kali menimbulkan kemacetan lalu lintas.

"Jadi di Jakarta ada 27 km lintasan yang sebidang. Ini yang akan dinaikkan. Ini termasuk dalam anggaran senilai Rp 571 triliun," tutup Anies. (Asp)

#Anies Baswedan #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan