AGENDA tahunan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali digelar. Suara Jernih dari Cikini mempersembahkan pidato kebudayaan yang kali pertama digelar pada 1989 setiap 10 November. Acara ini merupakan sajian yang mengetengahkan persoalan-persoalan penting dan aktual, membayangkan, meneropong, mengupas, dan mengkritik dengan pemikiran-pemikiran yang jernih melalui perspektif budaya.
Pada 2023, Dewan Kesenian Jakarta mempercayakan penyaji pidato kepada pemerhati kuliner Nusantara, William Wongso. Pengalaman dan wawasan William Wongso dianggap tepat untuk menyampaikan pidato kebudayaan dengan tajuk Gastrodiplomasi Nasi Bungkus untuk Menaklukkan Lidah Dunia.
Baca juga:
DKJ Umumkan Para Pemenang Sayembara Novel dan Manuskrip Puisi 2023
Lihat postingan ini di Instagram
“Apa potensi kuliner kita bisa mengglobal? Berangkat dari situ kita mengangkat isu gastrodisplomasi. Siapa lagi yang paling tepat bicara soal itu kalau bukan William Wongso. Beliau ternyata punya kegelisahan yang sama,” ucap Wakil Ketua 1 DKJ Hasan Aspahani dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com, Sabtu (11/11).
Makanan merupakan produk dan simbol budaya sebuah bangsa yang lekat dalam kehidupan keseharian, tradisi, dan ritual masyarakat kita. Jika makanan ialah identitas kita, kita perlu paham sejauh mana mempresentasikan diri kepada dunia melalui makanan. Memahami cara masakan-masakan tradisional Tanah Air dapat bertahan dan kekayaan kuliner Nusantara bisa lestari serta mengoptimalkan potensi kuliner lokal untuk dipresentasikan di kancah dunia. Semua bahasan itu dikupas dalam Pidato Kebudayaan #SuaraJernihDariCikini bertajuk Gastrodiplomasi Nasi Bungkus untuk Menaklukkan Lidah Dunia oleh William Wongso.
“Karena makan tak hanya proses naluriah dan kerja mengenyangkan perut, tetapi lebih banyak pada deteksi 'perlidahan', siapakah jati dirimu sebenarnya bisa dideteksi dari seberapa kemampuan 'daya ingat' yang tersimpan pada lidahmu. Seberapa pula kamu mampu mengendalikan lidahmu, sehingga tidak terjerumus melanggar UU ITE. Itulah yang menjadi identitas dirimu,” ucap William Wongso dalam pidatonya.
Mencoba menafsirkan dan memfantasikan kembali, keriuhan dapur dengan segala isinya, dari zaman lampau hingga hari ini. mengorkestrasi dari kombinasi bunyi dari alat-alat dapur, menghadirkan nuansa perkusi dengan genre musik storm.
Baca juga:
Pekan Kebudayaan Nasional 2023, Lumbung sebagai Kekuatan Pendorong Kerja Budaya
Lihat postingan ini di Instagram
Seperti juga Gastrodiplomasi, koreografi dan musik dalam pertunjukan ini mencoba mendiplomasikan, menciptakan dialektika, serta tautan silang budaya. Selain pertunjukan kolaborasi, Pidato Kebudayan 2023 juga dilengkapi dengan kolaborasi musik dari Didi Hasyim.
Pidato Kebudayaan DKJ #SuaraJernihDariCikini ‘Gastrodiplomasi Nasi Bungkus untuk Menaklukkan Lidah Dunia’ bertepatan dengan perayaan 55 Tahun Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Digelar pada Jumat, 10 November 2023 di Graha Bhakti Budaya. (far)
Baca juga:
Pidato Kebudayaan DKJ 2022, Pentingnya 'Lumbung' Bagi Kesenian