Waspadai Propaganda Radikalisme Melalui Hoax

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 03 Maret 2017
Waspadai Propaganda Radikalisme Melalui Hoax

Aksi damai Pokja Wartawan Depok dalam memperingati Hari Pers Nasional. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bangsa Indonesia tengah 'diganggu' dengan keberadaan berita bohong (hoax) serta ujaran kebencian (hate speech) yang menyebar viral di media sosial. Ironisnya, hoax dan hate speech sulit dibendung di tengah kemajuan teknologi informasi. Malah, hoax juga dimanfaatkan kelompok radikal untuk melakukan provokasi yang bertujuan untuk merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kelompok radikal sangat pintar memanfaatkan hoax untuk melakukan provokasi. Ini bahaya karena kelompok radikal ingin memecah belah NKRI. Untuk itu, kita harus bisa memperkuat diri dengan saling berbagi, saling menyantuni, saling mengajarkan yang baik. Juga jangan saling menghujat, jangan mudah percaya terhadap sumber berita yang belum tentu benar agar keberagaman yang ada di dalam bangsa ini tidak mudah terpecah belah," ujar pakar agama juga mantan rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. DR. H. Yusny Saby, MA, Ph.D melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, keberadaan hoax dan hate speech ini tidak lepas dari kultur masyarakat Indonesia yang selama ini kadang sudah tidak percaya lagi mana berita benar dan mana yang tidak. Itu terjadi karena terlalu seringnya beredar berita hoax di media dan hate speech di media sosial.

Karena itu, lanjut pria yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh ini, harus ada lembaga yang benar-benar bisa menjadi panutan bagi masyarakat dalam memerangi hoax dan hate speech.

"Tidak harus lembaga agama, karena faktanya masih ada lembaga agama yang kadang juga menciptakan sebagian dakwah-dakwah yang memprovokasi. Ini sangat menyedihkan," ungkap Yusny.

Lembaga semacam ini jelas tidak mendidik dan mencerdaskan bangsa karena tidak bisa membuat karakter orang agar menjadi jujur, santu, dan saling menghormati dalam bingkai toleransi beragama. Ia mencontohkan masih ada lembaga agama yang mengatakan dia kafir, ini musuh, dan sebagainya.

"Kalau hal semacam ini dibiarkan maka nanti yang terbina justru musuh. Padahal semua makhluk Allah itu saudara kita semua. Marilah saling menghormati, jangan menghujat satu sama lain," imbaunya.

Untuk merealisasikan itu, Yusny Saby mengajak seluruh umat manusia untuk saling berbagai, menyantuni, mengajarkan yang baik, dan tidak mudah percaya dengan sumber berita yang belum tentu benar. Langkah ini dinilai bisa menjadi modal untuk menghilangkan atau meminimalisasi sikap dan perilaku menciptakan kebohongan.

Lebih penting lagi, pemerintah diharapkan bisa membuat langkah tepat untuk meredam hoax dan hate speech ini. Caranya pemerintah bisa menjadi sumber informasiyang benar. Artinya pemerintah, apakah itu pejabat atau lembaganya, tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang tidak benar, apalagi memodifikasi berita seperti zaman dulu.

"Rakyat itu cenderung mengikuti pola tingkah laku pemimpin mereka. Ini teori klasik tapi masih cukup tajam di jaman sekarang," tutur Yusny Saby.

Apalagi, tegas Yusny, saat ini di Indonesia sedang musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang melibatkan banyak partai politik, yang selama ini menjadi sumber berita hoax. Belum lagi dengan adanya lembaga survei yang menjamur sehingga banyak terjadi saling klaim sesuai dengan 'pesanan'.

Salah satu lembaga yang bisa meluruskan ini adalah lembaga pendidikan. Yusny menilai di lembaga pendidikan, guru-guru yang mengatakan yang benar, dan tidak sekadar ngomong yang terkesan berbohong. Juga peran keluarga tidak bisa diabaikan.

"Lembaga pendidikan sebagai produk. Kalau pendidikan berbohong, birokrasi juga bohong, maka jangan heran kalau dalam keluarga akan suka berbohong," pungkas Yusny Saby.

#Berita Hoax
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Komdigi membantah kabar adanya pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Kabar tersebut dipastikan hoax.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan mengambil alih pengesahan RUU Perampasan Aset.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
WNI yang tidak membayar pajak akan dicabut status kewarganegaraannya. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Media sosial tengah viral adanya ajakan demo tidak bayar pajak. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Indonesia
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Pemerintah kini menelusuri video hoaks kerusuhan di media sosial. Menko Polkam, Djamari Chaniago, akan menindak tegas penyebarnya.
Soffi Amira - Rabu, 05 Agustus 2026
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Indonesia
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yakin Jakarta tetap aman di tengah adanya isu kerusuhan.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila, kabarnya akan menyita TV para penunggak pajak. Apakah informasi itu benar?
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Viral emas 74 kg milik Febrie Adriansyah disebut palsu. Lalu, apakah informasi tersebut dibenarkan?
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Bendera Iran dikabarkan tak dikibarkan saat pembukaan Piala Dunia 2026. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Bagikan