Kesehatan

Waspada Penyakit Menular Ini Ketika Banjir

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 29 Februari 2020
Waspada Penyakit Menular Ini Ketika Banjir

Banjir sarang penyakit (Foto Pexels/hitesh choudhary)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANJIR adalah bencana alam paling umum di seluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya. Belakangan, beberapa titik di Jakarta terkena banjir. Itulah mengapa menjadi sangat penting untuk melindungi kesehatan kamu selama dan setelah banjir.

Dilansir dari laman indiatvnews.com, daerah yang terkena banjir adalah rumah bagi banyak penyakit yang dibawa oleh air seperti tipus, kolera, dan konjungtivitis. Atau penyakit yang ditularkan melalui vektor termasuk malaria dan demam berdarah.

Baca juga:

Menghindari Asupan Karbohidrat Ternyata Berbahaya bagi Tubuh

Nah, saat banjir mungkin beberapa orang malah bermain di area yang tergenang air. Sebenarnya hal itu sangat berbahaya, karena penyakit-penyakit ini bisa mengintai, antara lain:

1. Demam tifoid

Main banjir dapat menyebabkan tifus (Foto:Unsplash/olga_kononenko)

Demam tifoid atau tifus disebabkan oleh bakteri bernama Salmonella Typhi yang hadir dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan perairan yang tercemar. Gejala penyakit ini adalah sakit kepala, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, dan diare.

Pencegahan: Makan-makanan segar dan sehat. Hindari mengonsumsi makanan dari tempat mana pun yang kamu anggap tidak bersih atau tidak sehat.

2. Kolera

Main banjir bisa menimbulkan penyakit kolera (Foto: Pixabay/Clker-Free-Vector-Images).

Mirip dengan demam tifoid, kolera disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai Vibrio. Bakteri tersebut tersebar dalam air minum dan makanan. Lalat yang terinfeksi adalah pembawa penyakit ini. Muntah dan nyeri panggul adalah gejala umum dari penyakit ini.

Pencegahan: Konsumsi makanan yang bersih dan baru dimasak, jangan minum air putih tanpa merebusnya, dan cuci tangan sebelum dan setelah makan.

3. Leptospirosis

Sakit kepala memungkinkan kamu mengidap Leptospirosis (Foto:Pixabay/StockSnap).

Tidak seperti tifus dan kolera, satu infeksi rawan epidemi yang dapat ditularkan langsung dari air yang terkontaminasi adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ada dalam urine hewan seperti tikus, sapi, dan kerbau.

Penularan terjadi melalui luka terbuka, atau melalui kulit yang telah berada di dalam air untuk waktu yang lama, atau selaput lendir mata dan mulut. Gejalanya adalah sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah dan mata berair. Jika penyakit tidak terdeteksi tepat waktu, pasien mungkin akan koma.

Baca juga:

Bukan untuk Dihindari, Kenali Jenis Karbohidrat yang Tepat Untukmu

Pencegahan: Hindari berjalan terlalu banyak di perairan banjir. Kenakan sepatu bot karet setiap kali kamu berjalan di air. Disarankan jangan mencoba untuk berenang di lokasi banjir.

4. Hepatitis A

Main banjir bisa menyebabkan hepatitis A (Foto: Pixabay RachelBostwick).

Peradangan sel-sel hati menyebabkan hati berfungsi secara tidak normal. Virus yang menyebabkan peradangan ini adalah hepatitis A. Penyakit ini dapat disebabkan saat mengonsumsi makanan yang tidak higienis atau tidak dimasak.

Demam ringan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan mata kuning adalah gejala umum penyakit ini.

Pencegahan: Konsumsi makanan yang bersih dan dimasak, serta jangan berbagi gelas minum yang sama dengan orang lain.

5. Demam berdarah

Bahaya demam berdarah ketika main banjir (Foto: Pixabay/sasint)

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengan aedes aegypti, dikenal juga sebagai yellow fever mosquitoesa. Ini adalah penyakit umum di musim hujan karena nyamuk.

Beberapa gejala umum dari penyakit ini adalah kurangnya nafsu makan, muntah, nyeri otot, kulit kemerahan, dan bercak darah pada kulit.

Pencegahan: Gunakan krim dan semprotan anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.

Tetap jaga kesehatanmu saat banjir melanda ya! (arb)

Baca juga:

Segudang Manfaat dari Minyak Zaitun

#Banjir #Penyakit Menular #Demam Berdarah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Dunia
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Bencana banjir parah terjang 23 provinsi di Thailand, tewaskan 19 orang dan berdampak pada 700 ribu warga Bangkok. Pemerintah tetapkan libur khusus!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Bagikan