Waspada, Ini Bahaya Diet Ekstrem
Jangan diet berlebihan. (Foto: Pexels/Markus Spiske)
METODE diet yang salah dapat mengancam kesehatan. Sebagian orang banyak melakukan diet ekstrem hingga kekurangan asupan atau tidak makan sama sekali.
Padahal, pola diet yang benar hanya mengatur jumlah kalori masuk pada tubuh. Jangan lakukan diet ekstrem seperti itu. Menurut Antara, kamu akan mendapatkan masalah kesehatan ini, misalnya:
Baca juga:
1. Tubuh lemas
Tubuh akan terasa lemas setiap saat, meskipun kamu sudah cukup istirahat. Hal ini terjadi karena tubuh kamu kekurangan energi dan kalori yang didapat dari makanan. Bahkan lemas yang diderita bisa membuat seseorang menjadi tidak sadarkan diri.
2. Pusing
Diet berlebihan akan membuat seseorang merasakan pusing kapanpun dan dimanapun. Namun, pusing yang dialami ini bukan pusing seperti biasanya, tetapi juga disertai dengan mimisan.
Baca juga:
3. Jantung bermasalah
Banyak orang tidak tahu diet berlebihan akan mempengaruhi kinerja jantung. Ketika tubuh kamu tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, tekanan darah dari tubuh menjadi sangat rendah. Akibatnya, jantung menjadi bermasalah hingga menyebabkan seseorang meninggal tiba-tiba.
4. Menstruasi tidak teratur
Diet ekstrem akan mengakibatkan perempuan memiliki ketidakseimbangan hormon. Saat perempuan menurunkan berat badan dengan cepat dan makan tidak teratur, siklus menstruasi dan kesuburan perempuan akan rusak.
5. Menyebabkan kematian
Dampak terparah diet ekstrem membuat orang meninggal tiba-tiba. Terlalu fokus dengan angka timbangan membuat seseorang lupa akan mengonsumsi nutrisi dan kalori yang cukup.
Untuk menghindari dampak-dampak tadi sebaiknya perhatikan metode diet yang kamu jalani. Lakukan diet yang sehat, cukup mengurangi porsi makanan, bukan menghilangkan porsi makan. Tetap perhatikan gizi pada tubuh kamu serta seimbangkan dengan berolahraga. (ans)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk