Waspada Infeksi Telinga saat Anak Pilek

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 26 Juli 2024
Waspada Infeksi Telinga saat Anak Pilek

Anak pilek bisa terkena infeksi telinga. (Foto: Unsplash/Caleb Woods)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kondisi pilek pada anak tidak boleh disepelekan. Anak juga dapat berisiko mengalami infeksi telinga saat pilek atau disebut dengan otitis.

Infeksi telinga terjadi di sepanjang tabung yang membentang dari lubang di bagian luar hingga gendang telinga, demikian seperti dikutip dari Alodokter.

Kondisi ini banyak terjadi pada anak kecil, dan biasanya dipicu setelah anak sembuh dari pilek. Anak kecil berisiko mengalami kondisi ini karena saluran telinganya lebih sempit dibandingkan orang dewasa, sehingga tak punya saluran pembuangan yang baik.

Biasanya kondisi infeksi ini disebabkan oleh keberadaan bakteri, virus, atau jamur. Anak yang terkena infeksi telinga umumnya akan mengalami gejala berupa rasa sakit yang semakin parah pada telinga hingga kesulitan mendengar karena terjadi pembengkakan di salurannya.

Baca juga:

Ahli Sebut Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud Berbahaya

Kemudian, akan keluar nanah pada telinga. Anak juga akan merasakan nyeri ketika telinga ditarik dan mendapatkan tekanan.

Selain karena pilek, risiko anak mengalami ototis karena terdapat luka pada telinga. Saat telinga terluka atau tergores, kuman bisa masuk ke saluran telinga dan menyebabkan infeksi.

Anak yang memiliki kebiasaan memasukan benda-benda asing ke dalam telinga semisal kapas, jari, jepit rambut, tutup pena juga akan berisiko mengalami infeksi telinga. Kebiasaan tersebut dapat menghilangkan kotoran pelindung telinga atau menggores permukaan kulitnya. Bahkan earbud, penyumbat telinga, dan alat bantu dengar pun dapat menimbulkan efek ini.

Waspada juga saat mandi, jaga agar air tidak masuk ke dalam telinga. Sebab apabila air terperangkap di dalam lubang telinga, itu akan menghilangkan kotoran dan melembutkan kulit, sehingga kuman akan sangat mudah masuk.

Baca juga:

Waspada saat Anak Mengalami Pembesaran Amandel, Berpotensi Radang Telinga Tengah

Faktor cuaca juga memengaruhi risiko terkena penyakit ini. Kuman sangat menyukai tempat hangat dan basah untuk tumbuh. Sehingga ketika telinga lembap, akan membuat perkembangan kuman jadi lebih aktif. (tka)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan