Waspada Emotional Burnout Mengganggu Kesehatan Mental

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 24 Februari 2021
Waspada Emotional Burnout Mengganggu Kesehatan Mental

Merasa lelah sepanjang waktu merupakan indikasi emotional burnout. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH enggak kamu merasa selalu kehabisan energi padahal tidak melakukan aktivitas berat? Pola makan oke, olahraga oke, dan kerjaan juga oke. Tapi kenapa ya kok rasanya lelah sekali. Jangan-jangan kamu mengalami emotional burnout alias kelesuan emosional akibat terlalu jenuh bekerja atau bosan dengan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari.

Melansir dari healthline.com, merasa lelah secara emosional sangat memengaruhi aktivitas setiap hari. Lama-lama pekerjaanmu bisa ambyar di tengah jalan akibat gagal fokus. Emotional burnout biasa terjadi karena akumulasi stres dari kehidupan pribadi dan pekerjaan. Yuk kenali ciri-cirinya agar tidak terjebak pada emotional burnout.

Baca Juga:

Buruknya Silent Treatment dalam Hubungan Percintaan


1. Emosi tidak stabil

emosi
Emosi sangat tidak stabil. (Foto: Pixabay/WenPhotos)


Bercanda dikit baper, ngobrol dikit baper, semua ditanggapi dengan kebaperan yang hakiki. Rasanya kamu seperti pasang mode senggol bacok. Sampai rumah menyesal sudah memperlakukan teman-teman atau keluarga dengan penuh emosi. Padahal kamu sendiri tidak tahu kenapa emosi tersebut tiba-tiba meledak begitu saja.


2. Menghindari interaksi sosial

emosi
Enggan bertemu dengan teman dan keluarga. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Kepribadianmu berubah total dari suka sekali bersosialisasi sampai menjadi penyendiri. Emotional burnout membuatmu kelelahan untuk berinteraksi dengan banyak orang. Akibatnya teman-temanmu pun akan menjauh dan lingkungan pekerjaan tidak terasa menyenangkan seperti dahulu.

Baca Juga:

Pantau Tontonan Anak di Netflix dengan Cara Ini


3. Performa kerja menurun

emosi
Tidak bisa produktif dalam bekerja. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Interaksi sosial berkurang, kamu pun mulai baperan. Kalau sudah begini, performa kerja bisa menurun drastis. Walaupun pada kenyataannya setiap manusia bekerja untuk diri sendiri, tetapi kamu tetap membutuhkan orang lain untuk bertukar pikiran perihal pekerjaan. Ada yang namanya teamwork dalam perusahaan yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan kualitas kerja. Kondisi emotional burnout membuatmu menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


4. Selalu merasa lelah

emosi
Merasa lelah sepanjang waktu. (Foto: Pixabay/cuncon)


Emotional burnout sudah pasti membuatmu merasa lelah tanpa sebab. Tak hanya berhenti di situ, meskipun merasa lelah, kamu juga akan kesulitan untuk tidur. Pada akhirnya tidak hanya kondisi mentalmu saja yang merasa lelah, fisik pun kehilangan banyak energi karena tak cukup tidur. (mar)

Baca Juga:

Terapkan Mindfulness dalam Keseharianmu

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan