Kesehatan Mental

Terapkan Mindfulness dalam Keseharianmu

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 18 Februari 2021
Terapkan Mindfulness dalam Keseharianmu

Baik untuk diri sendiri. (Foto: Unplash/Katerina Jerabkova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MINDFULNESS merupakan salah satu jenis meditasi yang dapat melatih seseorang untuk fokus terhadap keadaan sekitar dan emosi yang dirasakan serta menerimannya secara terbuka. Tidak hanya bermanfaat sebagai kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Kamu pasti pernah ketika melamun atau memikirkan hal-hal negatif, terasa seperti menguras pikiran dan tenaga. Selain itu, pola pikir yang cenderung negatif juga bisa meningkatkan risikomu mengalmai stres, gangguan cemas, dan depresi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan meditasi mindfulness.

Baca juga:

Yuk Sembuhkan Penyakit dengan Terapi Pasir Pantai

Terapkan Mindfulness dalam Keseharianmu
Pikiranmu bisa jadi lebih jernih. (Foto: Unsplash/Chelsea Gates)

Jenis meditasi ini dapat dilkakukan kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, kantor, atau kelas meditasi. Bagi individu yang mengalami gangguan psikologi tertentu seperti cemas dan depresi, akan terasa sulit melakukan meditasi ini. Sebaiknya orang yang mengalami gangguan psikologis harus berkonsultasi terlebih dahulu ke psikiater.

Teknik meditasi mindfulness berbeda dengan meditasi pada umumnya. Kamu bisa memulaiya dengan mencari posisi duduk yang nyaman, mengatur panas, lalu fokus pada detak jantung atau rasakan sensasi udara saat menarik dan mengembuskan napas.

Fokuskan dirimu pada keadaan yang terjadi di sekitar. Kamu juga bisa menggunakan pancaindra untuk mengamati apapun yang menyebabkan kamu emosi. Lakukan hal tersebut selama kurang lebih tiga sampai lima menit, lalu fokuskan kembali pikiran. Jika dilakukan secara rutin dan tepat, meteod mindfulness ini bisa membuatmu merasa lebih tenang dan mampu berpikir lebih jernih.

Baca juga:

Sitz Bath, Terapi Air Hangat untuk Kesehatan Organ Intim

Terapkan Mindfulness dalam Keseharianmu
Lakukan secara rutin dan tepat. (Foto: Simon Migaj)

Mengutip laman Alodokter, teknik mindfulness bisa dilakukan untuk melatihmu agar lebih fokus terhadap lingkungan sekitar dan pikiran yang muncul di benak. Bila kamu sering kali melakukan sesuatu dengan terburu-buru, cobalah untuk menjalaninya lebih santai dan fokus. Meski terkadang sulit dilakukan di tengah kesibukan, luangkan sedikit waktu untuk menikmati keadaan sekitar dengan kelima indramu.

Yang kedua, kamu juga bisa lebih menikmati hidupmu saat ini dan fokus dengan apa yang kamu kerjakaan. Dengan melatih pikiran lewati metode mindfulness, kamu akan merasa lebih tenang dan tidak mudah stres. Manfaat lainnya bisa meningkatkan kecintaan terhadap diri sendiri atau self love. (and)

Baca juga:

Terapi Pasir Laut Dipercaya Sembuhkan Berbagai Penyakit

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan