Kesehatan Mental

Warna Favoritmu Mengindikasi Kondisi Psikologis

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 12 Januari 2022
Warna Favoritmu Mengindikasi Kondisi Psikologis

Warna mengungkap sisi terdalam seseorang. (Foto: Unsplash/Natalia Luchanko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"APA warna favoritmu?" Mendengar pertanyaan itu kamu mungkin tidak berpikir dua kali tentang warna favorit. Namun warna favorit tidak hanya berkaitan dengan preferensi fesyen semata. Itu dapat mengungkapkan banyak hal tentang kepribadian. Tertarik pada warna tertentu mungkin mengisyaratkan sifat psikologis tertentu di bawah permukaan.

Satu tes warna dapat membantu mengungkap aspek kepribadian yang lebih mendalam. Seorang psikolog Swiss, Max Lüscher, mengembangkan Tes Warna Lüscher pada tahun 1947. Saat memperoleh gelar doktor dalam bidang psikologi, psikiatri, dan filsafat, ia menciptakan tes warna untuk mengevaluasi kepribadian.

Baca Juga:

Mengenal Manoreksia, Gangguan Makan pada Laki-Laki

Lüscher memusatkan teorinya pada gagasan bahwa warna mewakili keinginan dan kebutuhan dasar seseorang. Dengan cara ini, tes menawarkan objektivitas karena kebanyakan orang bereaksi terhadap warna secara berbeda.

Mayoritas orang memilih warna primer seperti merah, biru, dan kuning. Warna-warna ini melambangkan kebutuhan dan keinginan psikologis dasar. Warna yang lebih gelap seperti ungu, coklat, dan hitam biasanya berada di urutan terakhir. Jika pasien memilih ini terlebih dahulu, itu menunjukkan ciri-ciri kepribadian yang gelap.

Biru

biru
Melambangkan keinginan seseorang untuk kepuasan dan harmoni. (Foto: Unsplash/Jimmy Chang)

Jika kamu memilih biru sebagai warna favorit, itu mewakili kebutuhan akan kasih sayang dan ketenangan. Ini juga melambangkan keinginan seseorang untuk kepuasan dan harmoni. Di sisi lain jika kamu memilih warna ini terlebih dahulu, bisa jadi menunjukkan ketidakseimbangan dalam hidup. Mungkin kamu menginginkan kedamaian batin di atas segalanya, jadi pilihan warna biru mencerminkan hal itu.

Hijau

hijau
Warna hijau tentang aktualisasi dan pengakuan. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warna ini mewakili keinginan seseorang untuk aktualisasi dan pengakuan. Ini sangat terkait dengan mencapai sesuatu di luar diri sendiri dan memiliki tujuan dalam hidup. Jika kamu memilih warna hijau terlebih dahulu, ini mungkin menunjukkan kebutuhan untuk membuktikan diri. Namun, jika hijau ada di posisi kedua atau selanjutnya itu bisa berarti masalah ketergantungan bersama atau kurangnya arah.

Merah

merah
Warna melambangkan melambangkan kepercayaan diri, energi, dan kekuatan. (Foto: Unsplash/Adam Stefanca)


Jika kamu memilih merah sebagai warna favorit kamu mungkin memiliki kepribadian yang dominan. Warna ini melambangkan kepercayaan diri, energi, dan kekuatan. Bergantung pada posisinya, ini dapat mengungkapkan seberapa banyak aktivitas yang diinginkan seseorang dalam hidup mereka.

Kuning

kuning
Menunjukkan optimisme dan harapan untuk masa depan. (Foto: Unsplash/Rosalind Chang)

Memilih warna ini terlebih dahulu menunjukkan optimisme dan harapan untuk masa depan. Apabila seseorang menempatkan warna ini di posisi selanjutnya, itu bisa berarti depresi atau pandangan hidup yang pesimis.

Baca Juga:

Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku

Ungu

ungu
Menunjukkan egoisme atau rasa tidak aman (Foto: Pexels/Wendy Wei)


Warna ungu memiliki beberapa interpretasi. Memilihnya terlebih dahulu menunjukkan egoisme atau rasa tidak aman. Namun, jika kamu memilih warna ini di tengah atau di akhir, itu mungkin berarti kamu berempati dan sensitif.

Abu-abu

abu abu
Abu-abu sebagai warna favorit menunjukkan sikap apatis atau acuh tak acuh. (Foto: Pexels/Nandi Gustian)

Memilih abu-abu sebagai warna favorit menunjukkan sikap apatis atau acuh tak acuh. Semakin tinggi posisinya, semakin aspek ini akan mencerminkan kepribadian.

Cokelat

cokelat
Menempatkan kebutuhan tubuh di atas segalanya. (Foto: Pexels/byMALENS)

Memiliki ini sebagai warna favorit berarti kamu menempatkan kebutuhan tubuh di atas segalanya. Jika kamu meletakkan kartu ini ke atas, berarti lebih fokus untuk memenuhi keinginan tersebut. Namun, jika ditempatkan di akhir, kamu mungkin tidak terlalu mementingkan kebutuhan biologis.

Hitam

hitam
Mereka mungkin menekan perasaan atau keinginan. (Foto: Pexels/Lood Goosen)

Orang yang memilih hitam sebagai warna favorit mereka mungkin memiliki kepribadian yang lebih gelap. Mereka mungkin menekan perasaan atau keinginan. Di sisi lain, penyuka warna hitam bisa berarti menikmati konfrontasi dengan orang lain. (avia)

Baca Juga:

5 Hal untuk Memulai Hari Jadi Lebih Bahagia

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan